Mantan Jenderal BAIS Ditipu Mafia Tanah, DPRD Depok Turun Tangan

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah. (DepokToday,.com)
Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah. (DepokToday,.com)

DepokToday- Anggota Komisi A DPRD Depok, Hamzah, angkat bicara terkait kasus dugaan penipuan sertifikat oleh mafia tanah terhadap mantan direktur BAIS, Mayjen (purn) Emack Syadzily.

“Terkait pemalsuan itu kan sudah masuk ranah pidana, itu kita (DPRD) nggak bisa masuk,” katanya saat dikonfirmasi awak media pada Kamis, 24 November 2021.

Baca Juga: Bakal Diserbu Unjuk Rasa, Mukota Kadin Depok Memanas!

Namun menurut Hamzah, terkait masalah pemalsuan terus diserahkan kebagian aset Pemkot Depok itu perlu diklarifikasi lebih lanjut.

“Yang saya dengar pemkot ini nggak tahu apakah tandatangan pada dokumen tersebut asli atau dipalsukan, artinya mungkin tidak tahu juga terkait persoalan itu,” ujarnya.

Tapi, lanjut Hamzah, agar masalah ini semakin jelas, maka pihaknya bakal melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi perkara tersebut.

“Kami Komisi A dengan adanya berita-berita itu maka kami akan melakukan sidak lapangan pada 29 November 2021,” katanya.

Baca Juga: Begini Kronologi Eks Jenderal Intelijen Dikerjai Mafia Tanah Depok

Lebih lanjut ketika disinggung sudah keluarnya IMB terkait lahan tersebut, Hamzah pun berjanji pihaknya tak akan tinggal diam dengan persoalan itu.

“Pertauran IMB (Izin Mendirikan Bangunan) itu tidak bisa dicabut atau dibekukan perizinan, tapi untuk menghentikan sementara pembangunannya itu bisa,” tuturnya.

DPRD Depok Ingatkan Pemkot

“Intinya tadi, kami Komisi A tidak bisa masuk ke ranah pidana. Tapi paling tidak untuk menghentikan sementara pembangunan sampai persoalan selesai mungkin bisa kita lakukan,” sambung dia.

Gedung Balai Kota Depok (DepokToday.com)
Gedung Balai Kota Depok (DepokToday.com)

Sekretaris DPC Gerindra Kota Depok ini juga mengimbau pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi atas persoalan tersebut. Ia berharap, kedepan tidak ada lagi kasus-kasus seperti itu.

“Pemkot harus lebih hati-hati dan teliti ketika ada pengembang yang menyerahkan fasos fasumnya pada pemerintah.”

Mantan Jenderal BAIS Murka

Menanggapi hal itu, Mayjen (pun) Emack Syadzily yang menjadi korban atas kasus ini menegaskan, pemerintah daerah harus ikut bertanggungjawab.

“Seharusnya karena proses jual beli lahan dengan dokumen palsu, maka IMB nya seharusnya dibatalkan atau dipending hingga proses masalah SHM saya dengan Pemda diselesaikan,” katanya.

“Jadi perlu juga Pemda yang dalam hal ini sebagai penadah tanpa pengecekan keabsahan dokumen yang jadi prasyarat keluarnya IMB ikut bertanggungjawab,” timpalnya lagi.

Modus Mafia Tanah Depok

Untuk diketahui mantan direktur BAIS, Mayjen (purn) TNI, Emack Syadzily diduga menjadi korban mafia tanah di Sawangan, Depok. Nekatnya lagi, pelaku bahkan disinyalir telah memalsukan tanda tangan jenderal bintang dua tersebut.

Baca Juga: Sindir Pilkada Saat Demo Wali Kota, Buruh Depok: Kaya Pengemis!

Adapun terduga pelaku yang nekat melakukan hal itu bernama Burhanudin, kontraktor properti. Modusnya adalah menjadikan sertifikat tanah sang jenderal untuk melengkapi sayarat IMB pada perumahan di wilayah Duren Serebu, Bojongsari.

Selain telah menjual lahan tanpa izin dan menyerahkan ke Pemkot Depok, pelaku juga diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan Mayjen (purn) Emack Syadzily. (rul/*)