Mall di Depok Bersiap Hadapi Adaptasi Kebiasan Baru

Forkopimda meninjau persiapan mall di Depok (Istimewa)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok mulai melakukan peninjauan pada sejumlah tempat ibadah, pusat perbelanjaan atau mall jelang diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru atau AKB.

Saat ini, pemerintah setempat sudah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan kriteria proporsional. Usulan ini pun telah disetujui oleh Gubernur Jawa Barat, dan mulai berlaku selama 14 hari kedepan atau dari 5 Juni 2020 hingga 19 Juni 2020.

Pengajuan tersebut juga telah dimuat dalam Surat Walikota Depok Nomor 443/273-Huk/GT Tanggal 3 Juni 2020 tentang pengajuan permohonan perpanjangan PSBB proporsional di wilayah Kota Depok.

Dalam PSBB proporsional diberlakukan protokol sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB secara proporsional sesuai level kewaspadaan kabupaten/kota sebagai persiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19, dimana Kota Depok ditetapkan pada level kewaspadaan 3 (kuning).

“Beberapa aktifitas sosial akan mulai dibuka dengan pengaturan dan protokol yang ketat, diantaranya untuk ibadah di rumah ibadah, aktifitas di pusat-pusat ekonomi, dan lain-lain,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris usai meninjau langsung persiapan AKB di area ITC dan Depok Town Square, Jalan Margonda pada Kamis 4 Mei 2020

Khusus untuk mall, jelas Idris, disepakati oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) paling cepat bisa dibuka secara keseluruhan pada 16 Juni 2020. “Tapi kita lihat perkembangan, mudah-mudahan angka reproduksi efektif kita tetep di bawah satu sampai tanggal 16, atau 14 hari sejak tanggal 2 Juni ini,” ujarnya

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, dari pantauan saat ini, secara umum mall sudah siap melakukan kegiatan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Di antaranya makan di tempat dengan tetap jaga jarak, mengenakan masker, dan membawa hand sanitizer.

“Kita lihat yang pengunjungnya paling besar dari sisi menengah ke bawah, ITC paling besar, ke atasnya Detos kita akan lihat seperti apa. Margocity sudah kita dapat laporan bagus. Nah ini daerah-daerah perbatasan belum ini, tapi kita lihat secara fisik sudah siap,” tuturnya

Meski secara persiapan sejumlah mall telah dianggap bisa beroperasi secara keseluruhan besok, namun nyatanya belum bisa. “Kita melihat tren dari reproduksi efektif bisa di bawah satu. Jakarta saja sejak 25 Mei sudah dibawah satu, nah Depok masih diatas satu. Artinya, kalau Jakarta baru buka mall tanggal 16, Depok harusnya lebih,” ucap Idris

Dirinya menambahkan, kebijakan ini diambil untuk mengimbangi suasana kemajuan atau krisis kesehatan.

“Jangan sampai menimbulkan krisis-krisis yang lain. Arahan dari Pak Presiden begitu, pelaku usaha juga bisa menghidupkan negara, maka ini harus kita imbangi. Tapi perimbangan itu tidak semena-mena kita lihat kesehatan adalah segala sesuatunya,” kata Idris

Namun demikian, keputusan ini tidak berlaku untuk rumah makan selain di mall. “Kalau rumah makan, selain di mal itu bisa dibuka besok tanggal 5 Juni. Tapi untuk toko-toko di luar mall baru bisa dibuka Senin.”

Idris menegaskan, tahapan yang berlaku seperti itu. “PSBB selesai hari ini, besok perekonomian UMKM sudah menggeliat untuk memasarkan hasil produksi, toko dan rumah makan bisa dengan memerhatikan protokol kesehatan, Senin baru toko-toko di luar mall.”

Aturan PSBB Proporsional di Mall

Idris menjabarkan, untuk operasional mall ada pembatasan di wilayah provinsi 50 persen. “Pengunjung dibatasi, penghitungan kasarnya setiap 4 meter persegi hanya bisa diisi satu orang. Luasannya berapa akan dihitung,” tuturnya

Namun untuk aktifitas lainnya seperti alun-alun, bioskop, dan beberapa lainnya masih ditutup, demikian pula sekolah masih dilaksanakan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

“PSBB proporsional bukan berarti kita dapat melakukan aktifitas secara bebas sehingga euporia, akan tetapi kita harus tetap melaksanakan protokol dengan konsisten dan penuh kedisiplinan, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari,” jelas Idris

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (appbI) Kota Depok, Sutikno mengungkapkan, sebetulnya mall di Depok sudah siap secara protokol Covid-19.

“Kita sudah siap semuanya dari hal ada petugas, namanya petugas APD. Yang dari konsen itu Pak Wali adalah jumlah pengunjung enggak terkontrol.

Jadi persiapan itu rekan-rekan lihat, dari eskalator ada tapak kakinya jaga jarak. Dari cuci tangan kita juga sudah siap,” ujarnya

Namun demikian, pihaknya tetap berharap mall dapat dibuka besok, 5 Juni 2020.  “Ya minimal tanggal 8 Juni gitu. Mungkin dia (wali kota) lihat kondisi DKI juga yang minus harus satu agak repot juga, tapi ya kalau enggak ada izin dari wali kota.”

Kesiapan mall ditengah wabah Covid-19 (Istimewa)

Sutikno juga mengatakan, berdasarkan keputusan pemerintah daerah, restoran bisa buka secara implisit tapi tetap dengan menjaga jarak baik berdiri maupun duduk.

“Kami pikir di mall semua sudah siap, SOP-nya ada orang isolasi kita sudah siap. Intinya kami siap menjalankan protokol kesehatan.” (rul/*)