Makin Lengket, Presiden Korsel dan Jokowi Sepakat Bangun Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengumumkan pelaksanaan PPKM Darurat melalui akun youtube Sekretariat Presiden, Kamis 1 Juli 2021. (Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengumumkan pelaksanaan PPKM Darurat melalui akun youtube Sekretariat Presiden, Kamis 1 Juli 2021. (Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden)

DepokToday- Hubungan dekat antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in akhir-akhir ini banyak menyita perhatian publik. Terkait hal tersebut, kedua pimpinan negara itu rupanya telah menyepakati berbagai bentuk kerja sama.

Melansir Kompas.com, salah satu kesepakatan itu bahkan sampai ke ranah pemindahan ibu kota negeri ini loh. Pertemuan khusus yang membahas hal tersebut sempat berlangsung di Westin Chosun Hotel, Busan, pada Senin 25 November 2019, lalu.

Baca Juga: Presiden Jokowi Punya Kakak di Korea, Sosoknya Bukan Orang Sembarangan

Seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana, pertemuan ini dilakukan di sela-sela pelaksanaan ASEAN-Republic of Korea (RoK) Summit.

Presiden Korsel, Moon dalam pertemuan itu menawarkan kerja sama dalam pemindahan ibu kota negara RI.

“Saya mengerti pemindahan ibu kota merupakan tugas dan fokus pemerintahan di periode kedua ini,” kata Moon dikutip pada Jumat 29 Oktober 2021.

Jokowi Makin Hangat dengan Presiden Korsel

Seperti diketahui, ibu kota RI akan dipindah dari Jakarta ke Penajam Passer Utara-Kutar Kartanegara, Kalimantan Timur.

Proses groundbreaking ibu kota baru rencananya dilakukan tahun depan. Presiden Jokowi menanggapi positif tawaran kerja sama teknis pembangunan ibu kota baru Indonesia itu.

“Saya harapkan kerja sama tersebut dapat mengembangkan ibu kota Indonesia baru yang smart, green, safe, inclusive dan resilient,” tutur Presiden Jokowi.

Baca Juga: Prajurit TNI Beri Hormat ke Ibu Pedagang Kue, Endingnya Bikin Baper  

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga menyambut baik peningkatan kerja sama ekonomi bersama Korea Selatan, terutama menghadapi situasi ekonomi dunia seperti saat ini.

“Di tengah situasi sulit seperti ini, upaya memperkuat kerja sama diantara kita menjadi lebih penting artinya,” ujarnya.

Presiden Jokowi ditraktir Presiden Korea Selatan atau Korsel (Foto: Istimewa)
Presiden Jokowi ditraktir Presiden Korea Selatan atau Korsel (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyambut selesainya perundingan Indonesia-Korea Selatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

“Saya harap dokumen ini ditandatangani pada awal 2020. IK-CEPA adalah simbol komitmen kedua negara bagi keterbukaan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Presiden Korsel juga menyambut baik segera ditandatanganinya IK CEPA. Ia optomis, kerja sama kedua negara pasti akan meningkat. (rul/*)