Makam Syekh Muhammad Yusuf Siap Dijadikan Situs Cagar Budaya

Makam Syekh Muhammad Yusuf
Makam Syekh Muhammad Yusuf. (Foto: Istimewa)

SUKMAJAYA—Makam K.H. Muhammad Yusuf atau dikenal dengan nama Syekh Muhammad Yusuf sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Kota Depok.

Namun, yang masih asing adalah makam pejuang kemerdekaan sekaligus ulama penyebar agama Islam di Kota Depok itu, belum menjadi cagar budaya.

Oleh sebab itu, Ary Sulistyo dari tim Ahli Cagar Budaya Kota Depok, bakal mengajukan makam Syekh Muhammad Yusuf sebagai situs cagar budaya.

Kata dia, makam Syekh Muhammad Yusuf memiliki kriteria dan memenuhi persyaratan untuk dijadikan cagar budaya.

“Selain ada nilai sejarahnya, kriterianya juga sudah memenuhi persyaratan. Kita akan usulkan ke tingkat nasional,” katanya kepada wartawan, Sabtu 20 Maret 2021.

DIBACA JUGA: https://depoktoday.hops.id/raden-sungging-ulama-sakti-pejuang-rakyat-citayam/

Mendengar upaya tersebut, cicit dari almarhum Syech Muhammad Yusuf, Ki Santang Salaka Domas, sangat menyambut baik.

“Kita menerima dan setuju ketika tim cagar budaya dari Dinas Pariwisata Kota Depok akan menjadikan makam Syekh Muhammad Yusuf ini situs cagar budaya,” ucap Ki Santang.

“Saya rasa itu sebagai penguat bahwa kita ini wajib mengingat perjuangan para pahlawan dan pejuang kemerdekaan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, Syekh Muhammad Yusuf adalah pahlawan nasional yang memimpin pasukan Hizbullah dalam mengusir penjajah Belanda.

Diungkapnya pula, salah satu peran Syekh Muhammad Yusuf yaitu membumihanguskan batas lapangan Banteng di Batavia (sekarang Jakarta-red), selain memimpin pasukan membebaskan Keresidenan Depok.

“Setelah sukses membumihanguskan batalion 10 di Lapangan Banteng markas Belanda di Batavia. Selanjutnya, beliau menuju ke Depok untuk membumihanguskan Keresidenan Depok, tapi tidak menghancurkan orangnya. Sebab, Islam Rahmatan Lil Alamin,” jelasnya.

Ki Santang bercerita, Syekh Muhammad Yusuf merupakan generasi ke-12 dari Prabu Siliwangi. Syekh Muhammad Yusuf lahir pada 1857 wafat 1971 (usia 114 tahun).

“Biasanya, pengunjung ramai datang pada malam Jumat. Jejak peninggalan selain masjid dan lembaga pendidikan, juga benda pusaka masih tersimpan rapih,” paparnya.

(ahi)