Luhut Marah, Obat COVID-19 Langka Saat PPKM Darurat

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan keterangan pers tentang PPKM Darurat secara virtual, Kamis 1 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan keterangan pers tentang PPKM Darurat secara virtual, Kamis 1 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dibuat berang oleh sejumlah oknum yang diduga mempermainkan situasi pandemi COVID-19 untuk mengambil keuntungan.

Kemarahan Luhut bahkan sampai memerintahkan Kapolda, Pangdam hingga Kejati untuk menurunkan personelnya mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut berupa patroli dan razia.

“Saya minta untuk Polri dalam hal ini dan kemudian ada Polda, Pangdam dan Kejati untuk melakukan nanti patroli,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin 5 Juli 2021.

Luhut berang karena dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, malah terjadi kelangkaan obat. Padahal, menurutnya obat-obatan telah tersedia di gudang-gudang obat.

Baca Juga: PPKM Darurat, Ini Pesan Luhut, Ada Sanksi Menanti Kepala Daerah

Diduga ada oknum yang sengaja mempermainkannya. Oknum tersebut tidak lain adalah pengusaha obat.

“Saya tekankan apabila dalam 3 hari kedepan, kami masih mendapatkan harga-harga obat cukup tinggi atau terjadi kelangkaan, maka kami akan mengambil langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang,” kata Luhut.

Luhut mengambil contoh obat Ivermectin yang menurut Menteri BUMN Erick Thohir dinilai ampuh mengatasi COVID-19. Menurut hasil pengamatan Luhut, Ivermectin dibanrol harga puluhan ribu.

“Padahal sebenarnya harganya dibawah 10 ribu (dan) sudah ada marginnya disana,” kata Luhut.

Untuk itu, Luhut meminta agar para oknum pengusaha obat tidak mengambil keuntungan dari situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini.

“Jadi semua saya minta agar masuk akal, satu setengah tahun sudah mengambil untung begitu banyak, masa sekarang ini masih terus begini,” tegas Luhut.

Luhut pun memberi waktu hingga sampai dengan hari Rabu. Apabila setelah hari itu masih terjadi kelangkaan obat, maka sanksi tegas Luhut siap menanti para oknum penimbun obat.

“Paling lambat hari Rabu, jadi Kamis tidak boleh terjadi kelangkaan. Saya tekankan lagi kepada Kapolda dan Pangdam agar melakukan tindakan tegas bagi para pelaku penimbun dan pemain harga obat-obatan ini,” kata Luhut.

Baca Juga: Luhut Incar Gubernur DKI Jakarta Dalam PPKM Darurat Ini

Luhut menggunakan UU No. 2 tahun 2002 tentang POLRI dan UU No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan untuk menindak para oknum tersebut.

“Siapapun baik perusahaan ataupun perorangan, yang menghalangi dan melanggar kebijakan PPKM Darurat ini, agar dapat ditindak tegas oleh aparat sesuai dengan UU No 2 tahun 2002 dan Pasal 84 serta Pasal 93 UU No 6 tahun 2018,” pungkas Luhut. (ade/*)