Lonjakan Kasus COVID-19, RSUD Depok Cari Akal Tambah Kapasitas

RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)
RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)

DEPOK – Meningkatnya kasus Coronavirus Disease 2019 atau disingkat COVID-19 beberapa hari terakhir ini membuat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah alias RSUD Depok, Devi Maryori terus cari akal.

Musababnya, peningkatan itu turut berimbas pada jumlah pasien yang terus berjejal, sementara kapasitas rumah sakit tidak lagi bisa menampung.

Devi harus mencari solusi dengan terus menambah tempat tidur meski harus dilakukan secara dadakan, salah satunya dengan menggeser tempat tidur perawatan umum untuk pasien khusus COVID-19.

Baca Juga : COVID Depok Hari Ini Tembus 693 Kasus, 5 Meninggal

“Kan kita nggak bisa langsung (pengadaan) ya, jadi tambah 10 dulu, tapi menunggu dulu karena bed nya masih terisi pasien non COVID-19 yang belum bisa dipindahin,” kata Devi dikonfirmasi Minggu 20 Juni 2021.

Devi mengakui, peningkatan kasus yang terjadi saat ini dirasa cukup signifikan, bahkan ruangan ICU di rumah sakit milik pemerintah tersebut pun sudah tidak bisa lagi ditambah tempat tidur karena sudah maksimal.

“Kita sudah tambah (bed) ICU dari 6 tambah 2 jadi 8, plus satu ICU untuk bayi jadi sembilan, kalau ditambah lagi sudah tidak ada space lagi,” kata Devi.

Devi mengatakan, pihaknya kini tinggal mengandalkan ruang isolasi untuk merawat pasien COVID-19, “Sekarang total bed di RSUD sudah sekitar 138 bed, tapi kita berupaya dari hari ke hari (lakukan penambahan),” kata Devi.

Lebih jauh Devi mengatakan, peningkatan pasien COVID-19 dirasakannya seminggu setelah akhir libur lebaran Idul Fitri 1442 H. “Peningkatannya tajam ya, kalau biasanya setiap hari masuk dua pasien, seminggu terakhir ini mencapai 9 hingga 10 pasien per hari,” kata Devi. “Bahkan hari ini saja masuk 11 pasien.”

Baca Juga : Rumah Sakit Rujukan Pasien COVID-19 di Depok Nyaris Penuh

Selain keterbatasan ruangan, masalah lain yang ditimbulkan pada peningkatan tahun ini juga, pasien dilatarbelakangi dengan kondisi yang telah mengalami perburukan kesehatan.

“Sekarang gejalanya lebih berat, belakangan yang masuk juga sudah mengalami perburukan, sehingga yang meninggal pun banyak,” kata Devi.

COVID-19 Depok Sedang Melonjak

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Depok menyebut kasus COVID-19 di Kota Belimbing ini belakangan sedang merangkak naik.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, akibat lonjakan itu berimbas pada Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur yang tercatat oleh Satgas.

“ICU kita BOR nya saat ini 88,18 persen, ruang isolasi yang ada di rumah sakit saat ini BOR nya diangka 84,59 persen, dan untuk Wisma Makara dan PSJ UI BOR nya telah mencapai 96,69 persen,” kata Dadang.

Baca Juga : Satgas COVID-19 Minta Ambil Pelajaran Dari Lonjakan Kasus Saat Ini

Dadang menambahkan, pihaknya masih terus berupaya agar lonjakan kasus tersebut dapat diantisipasi selain melakukan langkah-langkah untuk menghadapi kenyataan penambahan kasus yang setiap harinya selalu ada.

“Kami Satgas, Dinas Kesehatan bersama rumah sakit, sedang beriktiar menambah beberapa bed di beberapa rumah sakit. Mudah-mudahan ada penambahan bed dalam rangka merespon yang membutuhkan ruang perawatan di rumah sakit,” kata Dadang. (ade/*)