Logistik Pilkada Mulai Disalurkan, Ini Tata Cara Pencoblosan

Suasana simulasi pencoblosan di TPS dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19.(Foto: Istimewa)

MARGONDA- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna, mengaku logistik untuk proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020, telah aman. Bahkan, perlengkapan untuk hari pencoblosan itu saat ini sedang proses pendistribusian ke masing-masing kecamatan.

“Logistik kotak suara sudah mulai bergeser ke kecamatan sejak kemarin. Jadi saat ini sedang distribusi dari gudang KPU menuju kecamatan masing-masing di Kota Depok,” ujarnya, Jumat 4 Desember 2020

Nana menyebut, kotak suara yang diterima KPU totalnya mencapai 4.049 unit, berikut dengan surat suara yang sudah ada di dalamnya. “Total surat suara ada 1.262.051 lembar. Sudah diganti yang rusak ada 137 lembar.”

Baca Juga: Begini Strategi KPU Dongkrak Pemilih di Pilkada Depok

Selain logistik, Nana juga menjamin ketersedian alat pelindung diri atau APD untuk para petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Betul sekali sudah siap, jangankan thermogun, baju hazmat juga sudah kita siapin,” katanya

Khusus baju hazmat, itu akan digunakan jika tiba-tiba ada pemilih yang pingsan di lokasi TPS.

“Maka sebelum membantu, petugas KPPS sebanyak dua orang akan menggunakan baju hazmat terlebih dahulu. Jadi penggunaannya sangat kondisional,” paparnya

Selebihnya, jika tidak ada kejadian yang mencolok maka petugas hanya menggunakan masker, face shield dan sarung tangan.

Aturan di TPS

Nana menjelaskan, proses pencobolosan di masa pandemi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pertama sebelum orang masuk petugas KPPS menyemprotkan disinfektan sebelum TPS dibuka.

“Kemudian pada saat mereka membuat TPS itu kan sudah diatur jaraknya minimal 1 meter, lalu pada saat menyebarkan cek pemberitahuan, nah itu sudah ada dijadwalkan jam kedatangan,” paparnya

Selanjutnya, pemilih wajib menggunakan masker dan cek suhu tubuh, lalu dipersilakan mencuci tangan dengan sabun. “Setelah itu dikeringkan dengan tisu dan diberikan sarung tangan vaksin sekali pakai.”

Langkah berikutnya adalah menunggu sebelum akhirnya dipersilahkan ke bilik suara untuk menggunakan hak politik. “Kemudian sarung tangannya dilepas, di buang ke tempat sampah yang sudah disiapkan. Terus tintanya diteteskan di jari.”

Tak sampai disitu, agar lebih aman, pemilih diharapkan mencuci tangan lagi sebelum meninggalkan lokasi dan tidak berkerumun. Rangkaian itu membutuhkan waktu sekira 2 sampai 3 menit

“Satu TPS maksimal 500 pemilih tapi rata-ratanya di Kota Depok Itu sekitar 350-450. Total TPS 4.015, kita tambahin 689.”

Untuk diketahui, Pilkada Depok diikuti oleh calon wali-wakil wali kota Depok Pradi Supriatna-Afifah Alia dari nomor urut satu. Pasangan tersebut diusung oleh Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PSI dan PAN.

Sedangkan kubu petahana, menyodorkan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono. Pasangan nomor urut dua itu berada dalam gerbong yang diusung oleh PKS, PPP dan Demokrat. (rul/*)