Libur Idul Adha, PT KAI Perketat Syarat Perjalanan Jarak Jauh, Cek Caranya

GeNose PT KAI
Calon penumpang KA melakukan tes GeNose di Stasiun Pasar Senen. (Foto: Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)

DEPOK – Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali, keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh atau KAJJ dibatasi oleh PT KAI Daop 1 Jakarta. Sejumlah keberangkatan di Stasiun Gambir dan Pasar Senen pun telah dilakukan pembatalan sementara, termasuk pada libur Idul Adha.

Lewat keterangan tertulisnya, Eva Chairunisa, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan, saat ini, setiap harinya hanya sekitar 4 -5 KAJJ yang berangkat dari Stasiun Gambir dan 5 – 6 KAJJ yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen.

Jumlah itu berkurang dari biasanya yang beroperasi berkisar 8 – 10 KA setiap harinya baik dari Stasiun Gambir maupun Pasarsenen. Sehingga.

“Secara keseluruhan jumlah KA yang beroperasi dimasa pandemi hanya sekitar 40 persen dari program jumlah KA atau yang diberangkatkan pada masa sebelum pandemi,” jelas Eva dilansir Selasa 20 Juli 2021.

Selain itu, pembatasan jumlah perjalanan juga dilakukan sepanjang masa libur keagamaan Idul Adha 1442H, yakni mulai tanggal 20 sampai 25 Juli 2021. “Pada periode tersebut sejumlah persyaratan perjalanan yang lebih ketat juga diberlakukan,” jelas dia.

Baca juga: Jangan Toledor Cuci Pakaian Saat Pandemi, Berikut Tipsnya

Aturan pemberangkatan selama libur Idul Adha diterapkan, sesuai dengan peraturan Pemerintah yang tertuang pada SE Kemenhub No 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi COVID-19.

Penumpang Libur Idul Adha yang Bisa Melakukan Perjalanan

Telah ditetapkan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk kepentingan mendesak dengan usia di atas 18 tahun.

Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021, bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina COVID-19, dan Industri orientasi ekspor.

Sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya. Seperti pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

Baca juga: Pemerintah Siapkan 300 Ribu Paket Obat COVID Gratis, Cek Distribusinya

Sedangkan yang dimaksud dengan Kepentingan Mendesak yaitu pasien dengan kondisi sakit keras. Serta ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga. Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non COVID-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

Berikut persyaratan calon penumpang KA Jarak Jauh dari Sektor Kritikal dan Esensial:
1. Surat Tanda Registrasi Pekerja, atau
2. Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, atau
3. Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Pelanggan dengan kepentingan mendesak dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain:
1. Surat Rujukan dari Rumah Sakit, atau
2. Surat Pengantar dari perangkat daerah setempat, atau
3. Surat Keterangan Kematian, atau
4. Surat Keterangan Lainnya.

Selain kelengkapan administrasi surat menyurat yang harus ditunjukkan kepada petugas pemeriksa KAI, setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan juga menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Syarat perjalanan jarak jauh selama libur Idul Adha juga diberlakukan, khusus pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa memiliki bukti telah melakukan vaksin pertama dalam bentuk Kartu Vaksinasi, e-sertifikat maupun bukti vaksin elektronik lainnya yang menyatakan telah disuntik vaksin minimal vaksin dosis pertama. Syarat Kartu Vaksinasi dikecualikan bagi pelanggan yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis dan pelanggan dengan Kepentingan Mendesak.

Harus dalam Kondisi Sehat

“Kembali diimbau kepada pengguna KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat saat melakukan perjalanan KA. Tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Selain itu memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut,” kata dia.

Sebagai komitmen dan langkah konkrit PT KAI mencegah penyebaran Covid-19. Maka disediakan ruang isolasi baik di atas KA maupun di area stasiun jika didapati penumpang dengan gejala terinfeksi COVID-19. Kesiapan penyediaan perangkat pembersih tangan seperti cairan antiseptik dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun dipastikan selalu tersedia dan berfungsi baik disetiap sudut stasiun dan di atas KA.

“Dari sisi prasarana stasiun dan sarana kereta. Seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin setiap 30 menit sekali,” sebut Eva.

Informasi perjalanan KA dapat diketahui melalui saluran resmi milik PT KAI (Persero) diantaranya aplikasi KAI Access, website resmi kai.id, Contact Center 121 line (021)121, Layanan pelanggan [email protected] dan Sosial media @keretaapikita @kai121. (lala/*)