LGBT di Kota Depok Sudah Lampu Kuning

Anggota DPRD Depok dari Komisi D, T. Farida Rachmayanti (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok mengusulkan agar rencana peraturan daerah (Raperda) terkait anti lesbi, gay, biseksual dan transgender atau LGBT dimasukan ke dalam wacana Perda Religius. Hal ini dianggap penting mengingat fenomena tersebut telah masuk dalam status waspada.

“Saya enggak hafal data atau jumlahnya (LGBT), tapi dari info yang ada sudah lampu kuning. Nah kita harus antisipasi kedepannya,” kata anggota DPRD Depok dari Komisi D, T. Farida Rachmayanti, Senin 10 Februari 2020

Terkait hal itu, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini lebih setuju jika raperda yang digagas itu tidak berbunyi Anti LGBT. Ia menilai hal itu dapat menimbulkan persepsi yang multitafsir.

“Saya setuju jika Perda penanganan masalah LGBT bukan anti LGBT. Kita ingin membina mereka agar tidak ada diskrimiasi dan penularan HIV/AIDS. Jadi dia (aturan itu) tidak harus perda tersendiri, tapi bisa saja masuk misalnya ke dalam Perda Religius. Kan bisa saja dalam satu pasalnya disisipkan tentang hal itu (LGBT).”

Farida mengatakan, penyebab salah satu penularan HIV/AIDS adalah prilaku seks menyimpang yang diantaranya adalah LGBT. Atas dasar itulah, pihaknya pun mengajak semua lapisan untuk peduli akan hal tersebut.

“Kita ingin masyarakat yang sehat, masyrakat yang mengedepankan budaya bangsa, dan nilai-nilai agama. Indonesia kan Ketuhanan Yang Maha Esa dan kata religius ini pun untuk semua agama. Saya rasa kita sepakat tentang hal itu,” ujarnya

Farida menuturkan, mereka yang terlanjur berprilaku LGBT sebaiknya mendapat penanganan secara khusus. “Ya kita akan bantu mereka agar sembuh terobati, tapi juga kita harus menjaga agar tidak bertambah.”

Salah satu cara yang dinilainya sangat ampuh untuk menangkal prilaku negatif itu adalah dengan ketahanan keluarga. “Oleh karena itu harus dimulai dari hulu tadi (keluarga), dengan membangun masyarakat yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai agama. Sehingga prilaku seks mnyimpang harus tegas, tidak boleh dibiarkan begitu saja,” katanya

Farida berharap, ketika ada indikasi-indikasi terjadinya prilaku seks menyimpang, pemerintah dapat bertindak tegas.

“Ketika ada indikasi tersebut pemerintah harus tegas, mencegah mengantisipasi. Apalagi kita tahu banyak apartemen, peluang-peluang itu (LGBT) ada.”

Lebih lanjut wanita yang digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon Wali Kota Depok ini mengatakan, banyak faktor yang bisa memicu seseorang berprilaku seks menyimpang diantaranya pergaulan, lingkungan dan teknologi yang memiliki dua mata pedang.

“Inikan masalah moral dan ini kita kembalikan ke keluarga. Keluarga jadi basis pertahanan utama. Pemerintah harus tegas melindungi.”

Farida menilai, saat ini Pemerintah Kota Depok telah cukup peduli dengan persoalan tersebut. “Pemkot sudah bagus ya, ada surat edaran menggunakan basis ketahanan keluarga. Kemudian ada SK yang sudah berpengaruh pada seluruh dinas untuk mengajak masyarakat agar berperan aktif mencegah terjadinya prilaku LGBT.” (rul/*)