Lapar Gelar Juara Eropa Italia Selama 53 Tahun Terobati

Pelatih Italia, Roberto Mancini, bersama skuatnya merayakan gelar juara Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley.(Foto: Twitter Euro2020)
Pelatih Italia, Roberto Mancini, bersama skuatnya merayakan gelar juara Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley.(Foto: Twitter Euro2020)

LONDON—Italia mengobati lapar gelar juara Eropa selama 53 tahun dengan memenangkan final Piala Eropa 2020 atas Inggris di Stadion Wembley, Senin 12 Juli 2021 dini hari WIB.

Penantian panjang Italia berpuluh-puluh tahun lamanya untuk mengangkat trofi Piala Eropa yang kedua, terjawab melalui drama adu tendangan penalti melawan si empunya wilayah, Inggris.

DIBACA JUGA: Final Piala Eropa 2020, Italia dan Inggris Haus Juara di Wembley

Italia padahal ketinggalan duluan dari Inggris ketika pertandingan babak pertama baru berjalan dua menit. Gol cepat dari Luke Shaw mengubah skor 0-1 untuk The Three Lions. Penggemar Inggris pun bersorak, Wembley bergemuruh.

Proses terjadinya gol Inggris yang dicetak oleh Luke Shaw.(Foto: Twitter Euro2020)
Proses terjadinya gol Inggris yang dicetak oleh Luke Shaw.(Foto: Twitter Euro2020)

Gol pemain Manchester United itu bertahan sampai jeda dan skornya tidak berubah ketika pertandingan babak kedua tersisa 23 menit lagi.

Melihat waktu normal laga pertandingan tidak lama lagi akan berakhir, kemenangan tampaknya akan berpihak ke kubu tuan rumah. Akan tetapi, Italia—yang juga tuan rumah penyelenggara Piala Eropa 2020—justru berhasil menyamakan kedudukan.

Gol balasan Italia oleh Leonardo Bonucci membuat skor imbang 1-1.(Foto: Twitter Euro2020)
Gol balasan Italia oleh Leonardo Bonucci membuat skor imbang 1-1.(Foto: Twitter Euro2020)

Leonardo Bonucci mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-67. Gol bek gaek Juventus itu menutup laga babak kedua dengan imbang. Laganya pun berlanjut ke babak extra time.

Tapi hingga dua kali babak perpanjangan waktu berakhir, kedua tim yang sama-sama lapar juara Eropa itu tidak lagi membuat gol. Akhirnya, pemenang Piala Eropa 2020 ditentukan lewat adu tendangan penalti.

Italia Menang

Domenico Berardi menjadi penendang pertama Italia. Ia sukses membobol gawang Inggris. 1-0 Untuk Italia.

Inggris membalas 1-1 setelah kapten mereka, Harry Kane berhasil menceploskan bola.

DIBACA JUGA: Italia Ingin Menyudahi 53 Tahun Puasa Gelar Juara Piala Eropa di Wembley

Di penendang kedua, penendang Italia Andrea Belotti gagal mengeksekusi penalti. Inggris justru berhasil dengan aljogo mereka Harry Maguire. Skor berubah 1-2 untuk Inggris.

Pada penendang ketiga, gantian pemain Inggris yakni Marcus Rashford yang gagal mencetak gol. Italia malah berhasil lewat eksekusi Leonardo Bonucci. Skor pun imbang dua sama.

Gianluigi Donnarumma, kiper Italia, dielu-elukan rekan satu timnya setelah menggagalkan penalti Bukayo Saka.(Foto: Twitter Euro2020)
Gianluigi Donnarumma, kiper Italia, dielu-elukan rekan satu timnya setelah menggagalkan penalti Bukayo Saka.(Foto: Twitter Euro2020)

Federico Bernardeschi, penendang keempat Italia, membuat skor berbalik jadi 3-2. Di kesempatan yang sama, penendang Inggris, Jadon Sancho, gagal bikin gol.

Drama adu penalti memasuki penendang terakhir atau kelima. Italia mengutus Jorge Luiz Frello. Pemain yang akrab disapa Jorginho ini diharapkan mampu mengeksekusi penalti, seperti yang dilakukannya saat menyingkirkan Spanyol di semifinal pada momentum yang sama.

Sayangnya, Jorginho gagal memasukkan bola ke dalam gawang. Padahal kalau gol, Italia sudah menang. Kegagalan ini membuat skor tetap 3-2. Dan Inggris punya kesempatan untuk menyamakan skor  lewat penendang terakhirnya.

Ekspersi pemain Italia setelah Bukayo Saka (Inggris) gagal mengeksekusi tendangan penalti.(Foto: Twitter Euro2020)
Ekspersi pemain Italia setelah Bukayo Saka (Inggris) gagal mengeksekusi tendangan penalti.(Foto: Twitter Euro2020)

Bukayo Saka, pemain muda Inggris, diutus sebagai eksekutor terakhir. Saka bernasib sama dengan Jorginho, tidak bisa merobek gawang lawannya. Skor tidak berubah 3-2 dan Italia dinyatakan sebagai pemenang.

Gelar juara pun berhak disandang Italia, sedangkan Inggris harus rela menjadi runner-up turnamen, prestasi terbaik selama mereka mengikuti Piala Eropa. Selamat Italia…

(tdr)