Lansia Wajib Tahu Fungsi Penting Gigi Palsu

FKG UI Pengmas di Menteng, Jakarta Pusat (Istimewa)

JAKARTA– Sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum Lanjut Usia (Lansia), para dosen dan mahasiswa dari Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) untuk meningkatkan kualitas hidup kaum lansia melalui pemakaian gigi tiruan.

Adapun program bertajuk Penerapan Teknologi Pemeliharaan Gigi Tiruan pada Masyarakat Lansia ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, konsultasi dan pemeriksaan serta perawatan kesehatan gigi kepada 66 peserta yang telah dilaksanakan selama bulan Oktober 2019 di Puskesmas Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Kehilangan gigi merupakan masalah gigi dan mulut terbesar yang dialami oleh penduduk Indonesia. Menurut riset kesehatan dasar tahun 2017, skor indeks gigi karies, gigi hilang,dan gigi ditambal di Indonesia mencapai 4,6 yang artinya kerusakan gigi penduduk Indonesia sebanyak 460 gigi per 100 orang.

Ketua Tim Pengmas FKG UI Dr. Ratna Sari Dewi menuturkan, masyarakat khususnya Lansia perlu memahami bahwa penting untuk melakukan pergantian kehilangan gigi dengan gigi tiruan.

“Kegiatan Pengmas ini berangkat dari fakta yang ada bahwa masyarakat yang kehilangan gigi belum banyak yang menyadari akan pentingnya pemakaian gigi tiruan,” katanya Jumat 8 November 2019

Pasien yang berobat di Puskesmas Kecamatan Menteng terbilang masih sedikit yang menggunakan gigi tiruan untuk menggantikan gigi yang hilang. Selain itu, Puskesmas Kecamatan Menteng tidak melayani pembuatan gigi tiruan, hal ini disebabkan pula oleh minimnya kesadaran akan pentingnya pemakaian gigi tiruan.

Acara Pengmas dikemas dalam beberapa rangkaian kegiatan berupa penyuluhan, pemeriksaan gigi dan mulut serta perawatan gigi tiruan. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Kecamatan Menteng.

Namun untuk pasien yang mengalami kehilangan gigi dan membutuhkan perawatan dengan gigi tiruan dirujuk ke Klinik Spesialis Prostodonsia FKG UI Salemba untuk dibuatkan gigi tiruan.

“Seluruh pelayanan ini bersifat gratis sebagai bentuk pengabdian dokter maupun calon spesialis gigi di FKG UI,” kata Ratna

Diharapkan, program Pengmas ini dapat memberikan edukasi dan membuka wawasan masyarakat akan pentingnya pemakaian dan pemeliharaan gigi tiruan. Gigi tiruan yang telah lama dipakai juga memerlukan perawatan dan  perbaikan, karena kemungkinan sudah longgar atau mengalami kerusakan sehingga tidak bisa berfungsi optimal.

“Pemakaian gigi tiruan yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup khususnya bagi para kaum lansia.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here