Lanjutan Sidang Hoax Babi Ngepet Hari Ini, PN Depok Hadirkan Saksi Kunci

Adam Ibrahim, terdakwa hoax babi ngepet menjalani sidang perdananya. (DepokToday.com)
Adam Ibrahim, terdakwa hoax babi ngepet menjalani sidang perdananya. (DepokToday.com)

DepokToday- Pengadilan Negeri Depok kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus dugaan berita bohong alias hoax babi ngepet dengan tersangka Adam Ibrahim pada Selasa, 28 September 2021.

Rencananya, pada hari ini sidang tersebut akan menghadirkan empat orang saksi. Salah satunya adalah saksi yang mengambil babi tersebut di Puncak, Bogor.

“Iya hari ini rencananya sidang lanjutan penyebaran berita hoax babi ngepet. Ada 4 saksi. Saksi yang nangkap babi dan ngambil babi di Puncak,” kata salah satu jaksa penuntut umum, Alfa Dera pada awak media.

Baca Juga: Video Detik-detik Adam Ibrahim Bohongi Ratusan Warga Soal Babi Ngepet Diputar di Persidangan

Untuk diketahui, aksi tipu-tipu babi ngepet yang dilakukan oleh Adam Ibrahim, terjadi pada Senin 26 April 2021.

Atas perbuatannya itu, jaksa berasumsi Adam Ibrahim sengaja menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong atau hoax mengenai rekayasa adanya babi jadi-jadian atau babi ngepet atau babi pesugihan untuk mendapatkan ketenaran dan dikenal secara viral.

“Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 Ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” tegas jaksa penuntut umum Putri.

Pengakuan Bersalah Adam Sebar Hoax Babi Ngepet

Adam berdalih, aksinya itu dilakukan karena terinspirasi dengan sejumlah laporan kehilangan uang di lingkungan tempat tinggalnya, di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

“Sehingga timbulah di hati dan pikiran saya dan kita semua ini mengatakan hal tersebut agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita,” jelasnya.

Baca Juga: Viral, Gerbong KRL Kebanjiran, Warganet: Awas Nyetrum

Untuk memuluskan rencananya itu, Adam tak sendiri. Ia dibantu delapan orang warga sekitar. Ia bahkan membeli seekor anak babi hutan seharga Rp 900 ribu di toko online.

“Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah sangat fatal. Saya akuin itu adalah kesalahan yang sangat fatal,” ujarnya.

“Sekali lagi atas kejadian ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk warga Bedahan, seluruh warga negara Indonesia,” timpalnya lagi. (rul/*)