Langka, Penguasa Kali Ciliwung Ini Akhirnya Berkeliaran Lagi

Pelepasliaran Berang-berang bersama komunitas pencinta Kali Ciliwung. (Depoktoday.hops.id)
Melepas Berang-berang bersama komunitas pencinta Kali Ciliwung. (Depoktoday.hops.id)

DEPOK – Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Sabtu 5 Juni 2021 di Kota Depok diperingati dengan melepas Berang-berang di kawasan konservasi Kali Ciliwung

Hewan endemik Kali Ciliwung, sekaligus penyumbang keanekaragaman kekayaan hayati di sungai purba itu dilepas karena keberadaannya yang mulai jarang ditemui.

Kordinator Komunitas Ciliwung Depok  atau KCD Taufik mengatakan, dalam melepas Berang-berang ini ada tiga ekor yang dilepas.

“Kegiatan juga dihadiri yang dihadiri sejumlah pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), DKI Jakarta dan Jawa Barat serta Kepala DLHK dan PUPR Kota Depok,” sebut Taufik.

Menurut dia, tiga ekor berang-berang yang dilepas merupakan milik masyarakat yang sudah dinaturalisasi. Ketiganya dilepasliarkan agar bisa membangun ekosistem serta rantai makanan pada sungai atau kali tersebut.

“Iya, Berang-berang itu hasil dari masyarakat, mereka dinaturalisasi selama setahun kemudian dilepasliarkan,” sebut Taufik.

Baca Juga: Heboh Ada Buaya di Perumahan Warga, Diduga dari Ciliwung

Setelah dilepas, pihaknya berharap, hewan yang masuk dalam mamalia karnivora ini bisa bertahan dan membangun koloni di sungai tersebut.

“Sat ini ada satu gua yang memang jadi tempat Berang-berang tinggal di Sungai Ciliwung. Kami berharap ada koloni baru,” sebut dia.

Ancaman Pemburu Liar di Kali Ciliwung

Taufik mengatakan, tidak hanya sekedar melepas. Tantangan berikutnya yaitu memastikan hewan tersebut dapat hidup dan berkembang biak dengan tenang. Saat ini menurut dia, persoalaan utama ialah pemburu liar serta okupasi sepadan sungai yang banyak beralih fungsi.

“Ini yang menjadai pesan kami kepada pemerintah, karena kita tidak bisa berbuat banyak untuk berhadapan dengan pemburu liar dan okupasi sepadan,” jelas Taufik.

Pihaknya berharap, ada regulasi yang bisa menindak tegas pemburu liar serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi perubahan lingkungan yang dapat mengancam kehidupan liar di Ciliwung.

Kegiatan peringatan hari lingkungan hidup ini juga menjadi lebih berkesa bagi KCD. Sebab tepat hari ini mereka berusia sepuluh tahun. (lala/*)