Langgar PSBB, Sejumlah Toko Disegel PolPP

PolPP segel toko yang melanggar saat PSBB (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Aparat gabungan merazia sejumlah toko yang masih nekat beroperasi pada masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua, di Kota Depok, Jawa Barat. Operasi ini berlangsung di sejumlah wilayah pada Jumat 1 Mei 2020.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany menuturkan, pada hari ke empat PSBB tahap dua ini, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas, setelah pada tahap satu dilakukan sosialiasasi dan pengawasan secara berkala.

“Tapi ternyata masih ada beberapa yang belum memahami. Sekarang Satpol-PP selaku bagian Gugus Tugas, melakukan patroli dan peningkatan Perwal Nomor 22 Tahun 2020 seperti penutupan toko yang memang tidak dikecualikan di PSBB,” katanya saat memimpin operasi tersebut

Terkait hal itu, Lienda berharap, masyarakat ikut berperan aktif, karena PSBB bukan hanya kewajiban pemerintah, tapi juga kedisiplinan bersama.

“Tujuan PSBB adalah mencegah penyebaran Covid-19, ini kewajiban kita sehingga harus dilakukan bersama-sama. Kalau tidak, itu tidak akan efektif.”

Ada sejumlah wilayah yang jadi sasaran operasi gabungan tersebut, di antaranya di kawasan Jalan Margonda dan Kelapa Dua, Depok. Lienda menerangkan, penutupan sementara dilakukan sampai dengan masa berlaku PSBB tahap dua, yakni hingga 12 Mei 2020.

“Sejauh ini sudah hampir 90 persen tutup kecuali sektor yang di kecualikan, seperti toko makanan atau kebutuhan pokok manusia dan hewan, toko komunikasi, dan fasilitas kesehatan ini yang dikecualikan. Di luar itu, kita tutup,” tegasnya

KasatPolPP Kota Depok Lienda Ratna Nurdiany segel toko yang melanggar saat PSBB (DepokToday, Rul)

Lebih lanjut Lienda mengatakan, jika masih ditemukan ada yang beroperasi meski telah dipasang kertas segel, maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. “Sanksi paling berat adalah izinnya akan dicabut. Kita sudah mendapatkan arahan Gugus Tugas. Harapannya Kita memperkecil penyebaran Covid-19 ini harus kerja sama semua. Kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pemilik toko terlihat hanya bisa pasrah ketika ditutup petugas. Rata-rata yang ditindak pada hari ini adalah toko pakaian, toko terapi kecantikan, toko mainan dan show room mobil. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here