Langgar PSBB, Gubernur Jabar Ijinkan Depok Berikan Sanksi Tilang

Ridwan Kamil
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat meninjau Depok (istimewa)

CILODONG– Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengakui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah masih belum optimal. Itu lantaran banyak ditemukannya pelanggaran dan ketidak patuhan masyarakat terkait aturan-aturan untuk memutus mata rantai virus Corona (Covid-19).

“Saya hari ini datang memantau  PSBB di  Jawa Barat, saya lihat masyarakat masih banyak yang berkeluyuran ya. Tapi volume kendaraan, kalau di tol sudah turun 50 persen. Jadi ini mengindikasikan di setiap wilayah pengurangan oleh PSBB ini bagus, signifikan,” katanya saat ditemui di pos check pantau di depan Cilodong, Depok pada Rabu 15 April 2020

Namun demikian, Emil menyebut, di beberapa wilayah seperti di Depok belum maksimal dalam penerapan PSBB. Terkait hal itu, ia pun menyarankan pada pemerintah dan aparat setempat untuk membuatkan sanksi khusus pada para pelanggar.

“Nah salah satu caranya adalah PSBB ini memberikan izin kita memberikan sanksi. Saya usul kepada Pak Wali Kota untuk sanksi pertama  itu diberikan surat tilang, bahwa anda melanggar peraturan PSBB sehingga negara mencatat bahwa anda melanggar, sehingga nanti ada sanksi,” tuturnya

Emil berharap, sanksi tertulis itu bisa diterapkan dalam waktu dekat.

“Saya kira mungkin besok atau lusa, sanksi berupa surat tilang atau surat peneguran itu bisa segera dilaksanakan sehingga tim yang ada di cek poin-cek poin ini bisa rajin melakukan razia-razia terhadap lalu lintas yang melanggar pada aturan PSBB ini. Saya kira begitu.” (rul/*)