Langgar PPKM Darurat, Ikravany: Lurah Pancoran Mas Harus Diganti!

Sekertaris DPC PDIP Kota Depok, Ikravany Hilman (DepokToday, Rul)

DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman meminta Wali Kota Depok Mohammad Idris mengganti Lurah Pancoran Mas Suganda yang telah ditetapkan sebagai tersangka pelanggar PPKM Darurat.

Ikravany menyebut, alasannya karena sang lurah dianggap tidak mendukung upaya pemerintah yang sedang bekerja keras mengentaskan kasus COVID-19 yang belakangan kembali melonjak melalui PPKM Darurat.

“Dia adalah aparatur pemerintahan daerah yang seharusnya menjadi bagian dari penegakkan aturan, bukan malah menjadi bagian yang melanggar aturan,” kata Ikravany, Rabu 7 Juli 2021.

Ia juga mengatakan, dari hasil analisanya, acara pesta pernikahan yang digelar oleh sang lurah sudah sangat melanggar aturan PPKM Darurat, diantaranya melebihi batas pengunjung yang diperbolehkan dan menyediakan makan prasmanan.

“Ini bukan peristiwa spontan, ini peristiwa direncanakan, memang sengaja mengabaikan,” katanya.

Baca Juga: Lurah Langgar PPKM Undang 1.500 Tamu, Kapolres: Dia Harusnya Paham

Untuk itu, lanjut Ikravany, Wali Kota Depok Mohammad Idris harus bisa menunjukkan ketegasannya dalam menegakkan aturan PPKM Darurat.

“Ini saatnya Pemerintah Kota menunjukan legitimasi moralnya untuk penegakkan aturan, kalau ini tidak dilakukan tindakan tegas, maka pemerintah kota terkesan diskriminatif, pada warganya bisa keras, pada aparaturnya nggak bisa tegas,” tegasnya.

Ikravany menambahkan, hukuman pidana saja tidak sebanding dengan ulah sang lurah yang secara terang-terangan menggelar acara pernikahan, sementara pemerintah sedang berupaya mengentaskan wabah COVID-19.

“Sebagai seorang pejabat pemerintahan, hukuman yang diterima harus lebih berat dari warganya, lurahnya harus diganti,” kata dia.

“Ketika warga harus tinggal dirumah, jalanan ditutup, warung nggak boleh buka, belum lagi tenaga kesehatan yang sedang berjibaku, eh dia (lurah) bikin pesta, nggak ada sensitivitasnya,” tambahnya.

Sebagai informasi, Polres Metro Depok telah menetapkan Lurah Pancoran Mas Suganda sebagai tersangka dengan menjeratnya Pasal 14 UU No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman pidana 1 tahun penjara.

Meski begitu, sang lurah tetap masih bisa melakukan aktifitasnya, karena aparat kepolisian tidak menahannya. “Tidak ditahan. Di bawah 5 tahun kan tidak ditahan, tapi tetap proses lah,” kata Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar. (ade/*)