Lahan Bakal Jalur Kereta Api Citayam – Parung Panjang Disiapkan

CIBINONG-Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan lahan-lahan yang bakal terkena  dampak pembangunan jalur kereta api rute Citayam-Parung Panjang.

Lahan tersebut kemungkinan akan dibebaskan Dirjen Perkeretaapian, lewat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Jalur kereta api Citayam-Parungpanjang masuk prioritas RITJ (Rencana Induk Transportasi Jabodetabek). Tinggal implementasi dari Dirjen Perkeretaapian,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, Selasa (10/9/2019).

Namun dia tidak bisa memastikan kapan pembangunan jalur dan stasiun itu dimulai. “Kami hanya menyiapkan lahan-lahan yang mungkin akan dibebaskan untuk pembangunan relnya. Sudah diplot dalam RTRW agar tidak ada izin pembangunan keluar di lahan-lahan itu,” jelasnya.

Lahan-lahan yang ‘dipagari’ dalam Perda RTRW itu meliputi Desa Dangdang, Desa Sukamulya di Kecamatan Parungpanjang. Kemudian Gunungsindur, Desa Waru Jaya, Desa Pamagarsari, Desa Sasakpanjang dan Pabuaran.

“Kalau untuk luasan-luasan, PT KAI yang memastikan. Tapi, kami sudah pagari. Dalam RTRW desa-desa yang akan jadi lintasan, kami tidak izinkan untuk alih fungsi yang lain,” jelas perempuan yang akrab disapa Ifah itu.

Kondisi lokasi yang bakal jadi lintasan kereta, kata dia, masih berupa ladang sawah atau perkebunan dan sebagian pemukiman penduduk. Sehingga, konsultan perencana mengusulkan tiga alternatif trase sebagai perlintasan kereta.

Dia menjelaskan, alternatif pertama berawal dari Stasiun Parungpanjang melewati Desa Dangdang, Desa Sukamulya, Gunungsindur, Desa Warujaya, Desa Pamagarsari, Desa Sasakpanjang dan berakhir di Desa Pabuaran tepatnya di persilangan dengan jalur kereta Jakarta-Bogor.

“Di sebelah selatan Stasiun Citayam arah Bogor menuju Stasiun Nambo, rencana akan dibuat overpass dan shelter nantinya,” kata dia.

Kemudian, alternatif kedua, berawal dari Stasiun Parungpanjang dan Stasiun Cicayur menelusuri Desa Suradita-Sungai Cisadane-Padurenan-Parung-Duren Seribu berakhir di selatan Stasiun Citayam arah Bogor menuju Nambo.

Sementara alternatif ketiga, berawal dari Stasiun Cicayur melewati Desa Suradita-Sungai Cisadane-Gunungsindur-Padurenan-Parung-Duren Seribu berakhir di selatan Stasiun Citayam arah Bogor menuju Nambo.

“Jadi nyambung dari Parungpanjang, Citayam, Cibinong, Nambo, Cileungsi, Jonggol, Cikarang sampai Priok. Bisa hemat waktu sampai satu jam termasuk kereta barang,” ungkapnya.(merdeka.com)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here