Lagi, Warga Sipil Jadi Korban Perang Antara KKB dan TNI Polri

Aksi pembakaran oleh KKB (Foto: Istimewa)
Aksi pembakaran oleh KKB (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB, kembali terlibat perang sengit dengan aparat TNI-Polri di sekitar Kampung Mamba, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Akibat kejadian itu, seorang warga mengalami luka tembak cukup serius.

Melansir CNNIndonesia, korban yang mengalami luka tembak itu bernama Agustina Hondau (24 tahun). Saat ini ia telah berhasil dievakuasi petugas ke rumah sakit di Timika, pada Rabu pagi, 10 November 2021.

“Evakuasi menggunakan pesawat Smart Aviation PK-SNH,” ucap Dandim 1705-Nabire Letkol Inf Anjuanda Pardosi.

Baca Juga: Hambat Program Jokowi, BPN Blak-blakan Soal Kisruh Tanah di Depok

Sebelumnya anggota TNI-Polri bersama warga mengevakuasi korban dari kampungnya ke Sugapa dan kemudian diterbangkan ke Timika dengan menggunakan Smart Air.

Korban disebut mengalami luka tembak saat melintas di kawasan itu, pada Selasa 9 November 2021.

Hingga kini belum diketahui secara pasti dari pihak mana peluru yang bersarang di tubuh korban, mengingat lokasi itu sering terjadi gangguan dari KKB terhadap anggota TNI-Polri.

Perang Sengit Antara KKB dan TNI Polri

Pasukan sparatis yang disebut KKB, kembali membuat onar di wilayah Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Selasa 9 November 2021. Sama seperti sebelumnya, kali ini mereka pun melontarkan tembakan ke pemukiman warga.

Tak tinggal diam dengan serangan tersebut, sejumlah pasukan TNI dan Polri langsung bergerak mengamankan obyek vital negara yang berada di lima titik kawasan tersebut.

Baca Juga: Singgung Kenaikan Harga Minyak, 500 Buruh Depok Turun ke Jalan

Pasukan sparatis yang disebut dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB, kembali membuat onar di wilayah Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Selasa 9 November 2021. Sama seperti sebelumnya, kali ini mereka pun melontarkan tembakan ke pemukiman warga.

Tak tinggal diam dengan serangan tersebut, sejumlah pasukan TNI dan Polri langsung bergerak mengamankan obyek vital negara yang berada di lima titik kawasan tersebut. (rul/*)