Lagi, SatpolPP Gerebek Lokasi Penambangan Liar di Depok

SatpolPP gerbek aktivitas penambangan liar di Depok (DeopkToday, Rul)

SUKMAJAYA– Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Depok, kembali menggerebek aktivitas penambangan liar. Kali ini, lokasi yang disasar berada di kawasan Jalan KSU, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat pada Kamis 31 Oktober 2019.

Di lokasi ini, SatpolPP bersama Polisi dan TNI  berhasil menindak sebanyak 10 unit truk yang telah terisi tumpukan tanah galian di lokasi tersebut.

Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum SatpolPP Depok, M. Fahmi mengungkapkan, penindakan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku berdasarkan instruksi pimpinan. Dasarnya adalah, aktivitas penambangan itu belum mengantongi izin, alias ilegal.

“Hari ini sesuai arahan pimpinan kami melaksanakan penghentian aktivitas galian tanah yang mana sampai saat ini pengelolanya belum bisa menunjukan surat izinnya,” kata Fahmi di lokasi kejadian.

Lebih lanjut Fahmi menjelaskan, penindakan tegas terpaksa dilakukan pihaknya karena sebelumnya telah melayangkan surat penghentian. Namun hal itu tak digubris oleh para penambang liar tersebut.

“Ini aktivitas tidak memiliki izin (ilegal), tanggal 25 Oktober kemarin kami sudah layangkan surat penghentian, namun kami dapat laporan dan hasil monitor kami rupanya kegiatan ini masih berlangsung. Jadi keputusannya hari ini semua kami stop hingga pengelola bisa menunjukan surat izinnya.”

Oleh petugas, puluhan pengemudi truk itu kemudian diminta untuk menuangkan kembali tanah galian yang telah diangkut. Ketika disingung lebih lanjut soal motif pelakunya, Fahmi mengaku pihaknya belum mengetahui secara detail. “Kami tidak tahu ya, intinya ini aktivitas galian ilegal,” ujarnya di dampingi Kasi Transmastibum SatpolPP Depok, R. Agus Muhammad

Petugas gerbek lokasi penambangan liar di Sukmajaya, Depok

Selain menghentikan paksa aktivitas para penambang liar itu, petugas juga memasang garis pembatas di lokasi kejadian. Sikap tegas aparat sempat diwarnai aksi protes oleh salah seorang pria yang mengaku sebagai pengelola proyek itu. Namun akhirnya pria itu pun pasrah usai berdebat dengan Fahmi.

“Hari ini sanksinya kami stop dan pasang PolPP line, dan kami sita kunci truknya. Jika ada aktivitas lagi kami akan lakukan tindakan yustisi,” tegasnya (rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here