Lagi, Perempuan Jadi Korban Pelecehan di Angkot Depok

Jalan Raya Margonda, Depok (DepokToday.com)
Jalan Raya Margonda, Depok (DepokToday.com)

DepokToday- Kasus pelecehan seksual di dalam angkutan kota atau angkot, kembali terjadi di Kota Depok. Peristiwa ini viral setelah diunggah di media sosial. Akibat kejadian itu, korban mengaku trauma.

Kasus itu diposting oleh akun Instagram @infodepok. Dalam unggahannya, korban adalah seorang perempuan berinisial M (21 tahun).

Baca Juga: Satgas COVID-19 Depok: Data yang Disajikan Kemenkes Tidak Lengkap

Ia mengaku menjadi korban pelecehan seksual ketika berada di dalam angkot dari Citayam menuju Terminal Depok pada Jumat 29 Oktober 2021.

“Saya naik angkot berdua, pas banget pelaku tersebut duduk samping teman saya yang lihat aksinya lebih dulu karena saya lagi fokus main HP,” katanya dikutip DepokToday.com pada Sabtu 30 Oktober 2021.

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Pria yang Pamer Kelamin di Angkot

M baru menyadari jika dirinya jadi korban pelecehan setelah mendapat chat atau pesan singkat dari ponsel teman yang ada disebelahnya.

“Tiba-tiba ada chat dari teman yang bilang penumpang depan melakukan tindakan pelecehan seksual. Seketika saya kaget,” tuturnya.

Pelaku Cabul di Angkot Depok Makin Nekat

Saat kejadian, di dalam angkot itu hanya ada korban dan temannya yang juga perempuan serta seorang ibu dan si pelaku.

“Penumpang angkot hanya berempat. Saya, teman saya, pelaku, dan ibu-ibu di depan saya,” ujarnya.

“Pas ibu-ibu turun dia langsung ngebuka resleting celana, tasnya diminggirin langsung dimainin kelaminnya gitu. Saya sudah gemeteran, langsung reflek stop turun angkot karena takut,” sambungnya.

Baca Juga: Kedai Kopi Konichiwa Depok Disatroni Maling, Nih Penampakannya

Korban dan rekannya tak sempat merekam kejadian itu lantaran takut dengan si pelaku.

“Mau videoin atau foto muka pelaku dan teriak takut, soalnya penumpang perempuan tinggal berdua, dia posisinya ada didepan pintu dan ngeliatin ke kita berdua terus,” katanya.

“Iya pas dia nunjukin kelamin makin menjadi-menjadi, kita minta stop berhenti turun angkot dipinggir pertigaan jembatan arah Dipo.” (rul/*)