Ladeni Amerika yang Berulah di Laut, China Kerahkan Pasukan Tempur

Kapal perang Amerika bikin China meradang (Foto: Istimewa)
Kapal perang Amerika bikin China meradang (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kapal perang Amerika Serikat terpantau melintas di perairan Selat Taiwan pada Jumat 17 September 2021. Aksi yang dianggap provokatif itu membuat China kembali meradang.

Tak tinggal diam dengan ulah Amerika, China kemudian mengerahkan

Tentara Pembebasan Rakyat China atau China’s People’s Liberation Army (PLA), untuk melacak dan memantau kapal perang tersebut di seluruh jalur laut tepatnya di Selat Taiwan.

Baca Juga: Viral Geng Itali Tawuran di Bojong Gede, Motifnya Balas Dendam

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, juru bicara komando Kolonel Senior Angkatan Darat, China, Shi Yi mengatakan, bahwa latihan AS dengan segala peralatan militernya sebagai provokasi yang sering.

Menurut dia, hal itu membuktikan bahwa Amerika adalah perusak perdamaian.

“AS perusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta pencipta risiko keamanan di sepanjang Selat Taiwan,” katanya dikutip dari laman Republic World, pada Minggu 19 September 2021

Menyikapi aksi Amerika itu, Shi menekankan bahwa pasukan Komando Teater Timur PLA bakal mempertahankan status pemantauan tingkat tinggi setiap saat dalam upaya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

Ladeni Kapal Perang Amerika, China Siaga Satu

Usai kapal perang berpeluru kendali Amerika Serikat melintasi Selat Taiwan, Komando Teater Timur PLA mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan angkatan laut dan udara untuk melakukan patroli bersama dan latihan tempur lainnya di perairan tersebut, serta di wilayah udara barat daya Taiwan.

Duta Besar China untuk ASEAN, Deng Xi menyebut, bahwa Beijing melacak dan memantau pergerakan kapal perang Amerika yakni, USS Barry. Menurutnya Amerika adalah pihak yang sering membuat masalah.

Baca Juga: Dor, Ustad Alex Tewas Ditembak, Ini Sosok Pelakunya

Sementara itu, Song Zhongping, seorang pakar militer China mengatakan kepada Global Times bahwa transit kapal perang Amerika melalui Selat Taiwan adalah tentang mengirim pesan provokatif dan mendorong pemisahan diri Taiwan dari China daratan.

Song, juga mencatat bahwa militer AS tidak siap untuk perang dengan PLA.

Terpisah, situs resmi armada ke-7 AS merilis pernyataan dengan mengatakan bahwa USS Barry pada 17 September lalu hanya melakukan transit rutin di Selat Taiwan melalui perairan internasional dan sesuai dengan hukum internasional.

“Perusak rudal kelas Arleigh Burke USS Barry (DDG 52) melakukan transit rutin Selat Taiwan 17 September (waktu setempat Taiwan) melalui perairan internasional sesuai dengan hukum internasional,” tulis keterangan dalam pernyataan resmi tersebut.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional,” kata pernyataan resmi tersebut.”

Tentang Taiwan dan China

Taiwan alias Republic of China sendiri merupakan sebuah entitas yang rumit statusnya. Sebab China menganggap wilayah itu sebagai bagian dari provinsinya.

Hanya sedikit negara di dunia yang mengakui Taiwan sebagai sebuah negara.

Baca Juga: Bioskop di Depok Kembali Buka, Ini Aturan dan Syarat Bagi Pengunjung

Dalam sejarahnya, Republic of China merupakan orang-orang Nasionalis yang kalah perang ketika Komunis berhasil menguasai China daratan.

Para Nasionalis ini lantas melarikan diri dan memindahkan pemerintahan konstitusional ke wilayah yang sekarang disebut Taiwan.

Bahkan di PBB, hanya China yang selama ini kita ketahui sebagai China (Republik Rakyat China) yang diakui sebagai negara berdaulat penuh dan memiliki kursi di sana, bukan Republic of China alias Taiwan.

Namun, di dalam negeri Taiwan, mereka sudah seperti negara berdaulat sendiri dengan memiliki pemerintahan sendiri, mata uang, tentara dan lainnya. (rul/*)