Kursi Wali Kota Depok Terancam Kosong, Ketua KPU: Saya No Comment

Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Istimewa)

CILODONG- Masa bakti Wali-Wakil Wali Kota Depok periode 2015-2020 yang dinahkodai Mohammad Idris-Pradi Supriatna akan berakhir pada Rabu 17 Februari 2021. Namun sampai kini, kandidat terpilih belum mendapatkan kabar terkait pelantikan.

“Sampai hari ini saya sebagai wakil wali kota terpilih belum mendapatkan informasi terhadap rencana pelantikan,” ucap Imam Budi Hartono, Senin 15 Februari 2021

Baca Juga: 3.694 RT di Depok Zona Hijau COVID, Ini Datanya

Ia pun belum tahu apakah pelantikan bakal berlangsung di Gedung Sate Bandung, atau secara virtual.

“Tidak ada informasi sama sekali, padahal memang dari masa jabatan pak wali kota dan wakil wali kota periode 2015-2020 harusnya sudah berakhir besok,” katanya

Lebih lanjut, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok itu pun berharap ada kepastian terkait jabatan tersebut.

“Kalau saya sebagai calon sih harusnya ada satu informasi yang jelas dari Kementerian Dalam Negeri terhadap kapan akan dilantiknya dan mengapa misalkan tidak dilakukan pelantikan setelah berakhirnya masa jabatan dari periode sebelumnya.”

Imam mengaku, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu terkait proses upacara pelantikan.

“Untuk masalah pakaian dan atribut atribut pelantikan sudah disiapkan, sudah jadi semuanya, tinggal dipakai saja menunggu waktu pelantikan,” ujarnya

Imam berharap, jadwal pelantikan tidak ditunda, sebab menurutnya akan berdampak pada banyak hal, seperti pembangunan kota.

“Doakan saja yang terbaik mudah-mudahan untuk pelantikan wali kota dan wakil wali kota agar tidak terjadi kekosongan pemerintahan yang berkepanjangan sehingga akan menghambat terjadinya proses pembangunan di Kota Depok,” tuturnya

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna mengatakan, persoalan tersebut diluar kapasitasnya.

“Saya no comment. Sudah bukan kewenangan kami (KPU),” katanya

Nana menjelaskan, hal itu (pelantikan) ada di ranah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

“Jadi itu terkait pelantikan bukan menjadi domain atau ranahnya kegiatan KPU. Nah, KPU dengan telah melakukan pleno penetapan paslon terpilih kemudian menyerahkan SK penetapan tersebut kepada DPRD, tugas KPU selesai,” katanya

Tugas KPU, lanjut Nana, telah berakhir usai menetapkan pasangan terpilih pada 21 Januari 2021, lalu.

Terpisah, Sekertaris Daerah Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, sampai saat ini belum ada perubahan jadwal pelantikan atas Idris-Imam.

“InsyaAllah sesuai jadwal,” ujarnya

Namun demikian, Sri mengaku tidak bisa memastikan.

“Tapi yang jelas sampai jam 14:58 ini belum ada informasi. Mudah-mudahan segera ada rapat dari Depdagri,” katanya

Untuk diketahui, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono adalah pasangan nomor urut dua yang diusung oleh PKS, PPP dan Demokrat.

Mereka berhasil meraih suara terbanyak dari rivalnya, Pradi Supriatna-Afifah Alia, pasangan nomor urut satu yang diusung oleh Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PAN dan PSI. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here