Kuliah S2 Nyambi Ngojek, Driver Ojol ini Akhirnya Jadi PNS

Herman Pelani
Herman Pelani, driver ojol yang sukses menyelesaikan pendidikan S2 dan kini menjadi PNS Pemkot Makassar. (Foto-foto: Dok. Pribadi)

MAKASSAR—Keterbatasan ternyata bukan menjadi hambatan seseorang untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Ada jalan yang masih bisa ditempuh, selama orang itu mau melakukannya. Tentunya dengan cara yang lazim.

Seperti yang dialami Herman Pelani. Warga Kampung Erasa, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, ini mereguk kesuksesan hidup dengan penuh perjuangan.

Anak dari pasangan Paola dan Hamdana itu, kini telah berhasil “jadi orang”. Si Anak penjual ikan ini sekarang menjadi PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebagai guru agama Islam.

Kepada DepokToday, Sabtu 13 Februari 2021, melalui sambungan telepon, Herman Pelani mengutarakan kisah perjalanan hidupnya.

“Apa yang pernah saya alami, mungkin bisa menjadi sepercik motivasi, semangat untuk anak muda di zaman now sekarang ini,” kata Herman Pelani membuka percakapan.

Ia mengakui berjuang untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi yang notabene anak tidak punya. “Sungguh perjuangan yang sangat berat. Tapi, seberat apapun rintangan itu, jika disertai semangat juang akan diraih jua,” jelasnya.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/ini-jalur-penerimaan-mahasiswa-baru-universitas-indonesia-2021/

Herman Pelani berhasil menjadi lulusan Strata 1 (S1) tahun 2014. Dengan modal Bismillah dan sedikit nekat, pria kelahiran Labakkang, 20 Februari 1990, ini mencoba melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar pada tahun 2017 tepatnya bulan februari.

“Pada saat itu, saya belum memiliki pekerjaan tetap, dan punya angsuran tiap bulan yang musti dibayar, bayar kos perbulan,” katanya.

Semangat yang kuat pantang menyerah dan tak ingin menjadi beban bagi kedua orang tua. Herman Pelani akhirnya mulai berfikir, pekerjaan apa yang bisa dilakukan sambil kuliah. Hingga akhirnya saat itu dia berfikir untuk mendaftar ojek online (ojol).

“Saya segera mendaftar ojek online dan hari itu pun memulai. Pekerjaan sebagai ojek online cukup membantu, utamanya uang makan dalam sehari tertutupi. Rutinitas sebagai drivei ojek online setiap hari saya geluti, sambil mengerjakan tugas-tugas kuliah S2 dan Alhamdulillah, selesai dengan cepat, bahkan salah satu wisudawan tercepat, Alhamdulillah,” tuturnya.

Desember 2018 menjadi bulan yang penuh kebahagiaan bagi Herman Pelani. Di akhir tahun itu kedua orang tuanya meneteskan air mata bahagia sesaat dirinya selesai wisuda.

“Haru dan bangga kedua orang tua saya nampak di wajahnya, terlebih saya bisa mencapai magister tanpa menyusahkan mereka berdua,” urai anggota Ikatan Masjid Musholla Indonesia Muthahidah (IMMIM) Makassar itu.

Pada Maret 2019, peluang untuk menjadi abdi negara terbuka, setelah pemerintah membuka perekrutan CPNS jalur umum.

“Alhamdulillah, tahun 2019-2020 merupakan tahun berkah bagi saya yang bisa berhasil sampai titik ini. Pertama mendaftar CPNS dan akhirnya lulus pada jurusan guru agama Islam,” ucap Herman Pelani.

(Suryadi, Jurnalisme Warga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here