Kuasa Hukum Adam Ibrahim Sebut Dakwaan Jaksa Benar, Pilih Tidak Ajukan Eksepsi

Sidang kasus babi ngepet. Dalam sidang ini terdakwa tidak mengajukan eksepsi. (Foto: DepokToday)
Sidang kasus babi ngepet. Dalam sidang ini terdakwa tidak mengajukan eksepsi. (Foto: DepokToday)

DepokToday – Kuasa hukum Adam Ibrahim terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Eri Edison menyampaikan jika pihaknya tidak mengajuk eksepsi atas dakwaan yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Selasa 14 September 2021.

Usai sidang yang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, pada Selasa 14 September, Eri menyampaikan alasan kenapa pihaknya tidak berencena mengajukan eksepsi . Untuk saat ini kata dia, tidak ada yang harus disampaikan dalam eksepsi.

“Yang penting kita nanti, pembelaan nanti mungkin di pledoi saja, makanya kami tidak mengajukan eksepsi,” sebut Eri.

Baca Juga: Akal Bulus Adam Ibrahim, Ingin Terkenal, Beli Babi Hutan COD di Daerah Puncak

Dia juga menyampaikan, jika tidak ada yang salah dalam dakwaan yang disampaikan jaksa pada sidang tersebut. karena itu eksepsi atas dakwaan Adam Ibrahim tidak dilakukan.  “Secara ini sudah benar, dari nama dan sebagainya sudah benar,” beber dia.

Sidang perdana kasus hoaks babi ngepet dengan terdakwa Adam Ibrahim  berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, pada Selasa 14 September 2021. Jaksa Penutut Umum atau JPU, Alfa Dera dan Putri Dwi Astrini membacakan dakwaan mereka.

Baca Juga: RSUD Depok Wilayah Timur Ditargetkan Beroperasi Tahun 2022

Isi dakwaan setebal tujuh halaman itu dibacakan keduanya secara bergantian. Dalam dakwaan itu, Jaksa kembali menceritakan bagaimana munculnya niatan terdakwa mengarang berita tentang babi ngepet.

“Terdakwa sedang berada di rumah kontrakannya di Jalan Masjid Syamsul Iman RT2/RW4 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok, kemudian datang warga yaitu saksi Adi Firmanto dan Saksi  Hamdani yang menceritakan tentang adanya warga RT2/RW4 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok yang telah kehilangan uang tunai di dalam rumah,” sebut Jaksa Putri Dwi Astrini.

Sebelumnya diberitakan, sidang perdana kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Adam Ibrahim dengan agenda pembacaan dakwaan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok pada Selasa, 14 September 2021 pukul 12. Sidang yang diketuai M Iqbal Hutabarat dilaksanakan secara online, dimana terdakwa menjalani sidang di Polsek Sawangan.

Sidang sempat terkendala persoalan teknis dan ditunda, hingga akhirnya Hakim M Iqbal meminta jaksa mendatangkan secara langsung terdakwa ke pengadilan, namun, Jaksa Alfa Dera dan Putri Dwi Astrini menyampaikan jika masalah tersebut bisa diatasi dan akhirnya persidangan kembali dilanjutkan.

Dia didakwa dengan dua pasal tentang menyebarkan berita bohong yaitu Pasal 14 ayat 1 (ancaman hukuman 10 tahun penjara). Atau Pasal 14 ayat 2 (ancaman hukuman 3 tahun penjara) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946. (lala/*)