Kritik Raffi Ahmad, Wakil Wali Kota Depok: Ini Pelajaran Buat Kita

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna (Istimewa)

CINERE- Dugaan atas pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan presenter kondang Raffi Ahmad hingga kini masih terus bergulir. Setelah digugat ke pengadilan oleh Advokat Publik, kini giliran Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna yang ikut angkat bicara.

“Saya sayangkan betul seorang Rafi Ahmad sudah mendapat perlakuan istimewa dari Istana namun enggak dijalankan dengan baik,” kata Pradi, Sabtu 16 Januari 2021

Baca Juga: Ini Tiga Hakim yang Tangani Kasus Raffi Ahmad

Ia mengatakan, pemerintah telah menaruh harapan besar pada Raffi Ahmad sebagai influencer dengan 19 juta follower yang dipercaya bisa menjadi tauladan terkait upaya menekan jumlah penyebaran COVID-19. Namun sayangnya, kesempatan itu tidak disikapi dengan bijak.

“Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua. Butuh komitmen yang kuat dari kita semua. Promotif, prepentif dan kuratif,” katanya

Pradi menegaskan, pernyataan ini ia sampaikan untuk melindungi warga, khususnya yang tinggal di Kota Depok.

“Saya bicara karena beliau (Raffi) tinggal di Kota Depok. Bagaimanapun saya masih menjaga warga yang saya sayangi, termasuk Raffi Ahmad. Ya ini tentu jadi pelajaran untuk kita semua,” ujarnya

Sebelumnya, Advokat Publik, David Tobing mengaku telah mengajukan gugatan terhadap Raffi Ahmad pada Pengadilan Negeri Depok dengan nomor registrasi online PN DPK-012021GV1 melalui kuasa hukumnya Richan Simanjuntak dan Winner Pasaribu.

Raffi digugat karena dianggap melanggar protokol kesehatan karena menghadiri pesta dan terlihat tidak mengenakan masker saat berfoto bersama sejumlah artis lainnya. Peristiwa itu terjadi usai Raffi menjalani vaksinasi bersama Presiden RI, Joko Widodo pada Rabu 13 Januari 2021.

David menjelaskan, gugatan itu sesuai kapasitasnya sebagai seorang advokat yang wajib menegakkan hukum dan sebagai warga negara yang peduli akan penanggulangan COVID-19 dan mendukung program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

Selain melanggar aturan, David juga menganggap tindakan Raffi sudah melanggar norma kepatutan dan prinsip kehati-hatian yang membuktikan bahwa Raffi tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk mensosialisasilan program vaksinasi dan protokol kesehatan.

Rencananya, pihak Pengadilan Negeri Depok akan memanggil Raffi pada Rabu 27 Januari 2021, dengan perkara yang teregistrasi Nomor 13/ Pdt G/ 2021/ PN Dpk. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here