Kritik Petahana, Eks Kader PKS: Langit Depok Terlalu Tinggi

Ketua Bidang Teritorial Gelora Depok, Bramastyo Bontas (Istimewa)

BEJI– Partai Gelora akhirnya resmi menyatakan sikap untuk mendukung calon Wali-Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini. Keputusan itu bersamaan dengan peringatan satu tahun lahirnya partai tersebut pada Rabu 28 Oktober 2020.

“Satu tahun pas Gelora. Jadi kita juga memberikan momentum ini hadiah besar lah buat Bang Pradi dan Bu Afifah untuk memberikan dukungan,” kata Ketua Bidang Teritorial Gelora Depok, Bramastyo Bontas dikutip pada Kamis 29 Oktober 2020

Pria yang akrab disapa Bram itu menegaskan, meski sebagai partai terakhir yang mendukung pasangan calon nomor urut satu tersebut, namun Gelora akan sepenuhnya memainkan mesin politik untuk kemenangan Pradi-Afifah.

“Insya Allah yakin bisa memberikam kekuatan cukup besar untuk kemenangan  Pradi-Afifah.”

Lebih lanjut mantan pengurus DPD PKS Depok ini pun mengungkap sejumlah alasan pihaknya mendukung Pradi-Afifah. Salah satunya adalah setelah melihat visi-misi lawan, dan Bram menilai, tidak ada yang baru.

Itu lantaran Bram adalah salah satu orang yang dipercaya untuk memenangkan Mohammad Idris, pada Pilkada lima tahun silam. Kini petahana itu kembali maju.

“Saya tahu persis, karena kebetulan saya ikut dalam menyusun visi misi kemarin dan tidak ada hal yang baru yang inovatif. Oleh karena itu ketika saya komunikasi dengan Bang Pradi dia juga oke, kita kasih masukan dia banyak memberikan persetujuan.”

Menarik Lainnya: Mantan Elit PKS Ini Blak-blakan Dukung Pradi-Afifah

Ia menganggap, selama dipimpin Idris, Depok tak banyak perubahan. Adapun permasalahannya, kata Bram, adalah tentang kapasitas fiskal, keuangan daerah dan gaya birokrasi seorang pemimpin.

“Kalau kita lihat bandingkan dengan daerah sekitar dari Depok sangat minim. Kuncinya gini, apapun program unggulan yang diberikan paslon tapi kalau tidak memiliki keuangan daerah yang bagus ya dia enggak bisa jalankan itu.”

Menurutnya, enggak perlu bicara tentang program unggulan kalau kapasitas fiskalnya tidak bagus.

“Nah ini yang terjadi, tidak maksimal fiskalnya. Selama 5 tahun ini tidak ada perubahan. Pertumbuhannya kecil sekali jika dibandingkan Bekasi apalagi Tangsel,” ujarnya

Bram menambahkan. “Ibaratnya gini, langit di Depok terlalu tinggi tapi dia terbang terlalu rendah. Jadi kemampuan Depok sebetulnya banyak tapi dia enggak bisa naik, karena masalah di kepemimpinan yang enggak kuat.” (rul/*)