Kritik Perhatian Dibidang Pendidikan, Babai: Idris Gagal

Anggota DPRD Depok dari Fraksi PKB, Babai Suhaimi (Istimewa)

MARGONDA– Kinerja Mohammad Idris sebagai Wali Kota Depok kembali jadi sorotan banyak pihak. Salah satu kritik pedas itu dilontarkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Babai Suhaimi.

Ia menyebut, selama dipimpin oleh partai dari PKS sekira 15 tahun ini, Depok cenderung jalan di tempat dan terkesan tidak ada hal baru yang bisa dibanggakan.

“Baik dari jaman Pak Nur Mahmudi, terlebih-lebih jaman Pak Idris, Depok ini gagal. Bahkan bukan jalan di tempat lagi, tapi mundur kebelakang,” katanya dikutip pada Senin 2 November 2020

Adapun beberapa indikasi penilaian Babai, utamanya dalam hal sarana ataupun fasilitas pendidikan yang tidak merata di sejumlah wilayah di Kota Depok.

“Kita tahu bahwa penduduk Kota Depok terus bertambah dan pertumbuhan Kota Depok luar biasa tapi pembangunan selama lima tahun dibidang pendidikan tidak adil, tidak merata dan ini sangat merugikan masyarakat,” jelasnya

Menarik Lainnya: Ingin Perubahan, Kumpulan Milenial Depok Ini Dukung Pradi-Afifah  

Politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) saja, misalnya, tidak ada yang terbangun sama sekali, bahkan tidak ada reformasi pendidikan dibidang SD.

Kemudian, Babai juga menyoriti pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) atau sekolah baru yang saat ini hanya terbangun satu sekolah selama Idris jadi wali kota.

“Hanya ada satu SMPN 25 saja di Sawangan, daerah lain tidak terbangun sama sekali.”

Padahal, menurutnya itu sangat penting sebab sistem sekolah saat ini adalah dengan zonasi. Sehingga keberadan sekolah itu sangat diperlukan. “Karena yang jadi prioritas siswa baru walau ada nilai raport, tapi nilai zonasi yang paling banyak.”

Dengan salah satu persoalan yang cukup fatal tersebut, Babai pun berharap Pradi-Afifah bisa membawa perubahan untuk Kota Depok. “Haruskah pemerintahan yang gagal diberi kepercayaan kembali sebagai wali kota ke depan,” katanya (rul/*)