Kritik Pemerintah, Seniman Depok: Kalau Dilarang Harus Ada Solusi  

Gedung Pemkot Depok (Foto: Depoktoday.com)
Gedung Pemkot Depok (Foto: Depoktoday.com)

MARGONDA- Seorang pengusaha musik, Zulfikar, terpilih sebagai Ketua Komunitas Seniman Depok (Komando). Terkait hal itu, sederet program pun telah disiapkan Zulfikar, utamanya tentang upaya bangkit dari keterpurukan pandemi.

Baca Juga: Tragis! ABG Dicabuli Ayah Kandung, Bayinya Digugurkan

Ya, tak dapat dipungkiri, COVID-19 telah memberikan dampak buruk tidak hanya bagi kesehatan, namun juga pada sejumlah sektor usaha, tanpa terkecuali industri seni. Hal inilah yang kemudian menjadi fokus utama Zulfikar.

“Banyak teman-teman kami sesama seniman yang bingung karena pandemi sekarang. Karena itulah, kami bertekad agar bagaimana kita para seniman lebih kreatif,” katanya, Selasa 16 Februari 2021

Ia berpendapat, hal itu sejalan dengan program pemerintah.

“Misalnya, seniman musik coba kita buka rental recording atau rental alat musik atau memanfaatkan chanel di youtube. Jadi pengalaman ini membuat kita belajar supaya lebih kuat,” ujarnya di dampingi Ketua Pelaksana Mubes Ke-2 Komando, Maila Madinah.

Zulfikar pun berharap, kegiatan yang sempat berjalan dibawah Komando bisa kembali dilakukan, seperti lomba nyanyi atau pentas lawak dan tari. Namun disisi lain, pihaknya menyadari sampai saat ini masih masa pandemi.

“Ya kita hanya berharap pembatasan aktivitas waktu bisa dilonggarkanlah, utamanya soal jam malam,” ujarnya

Sebab, menurut Zulfikar, pentas seni biasanya akan menarik jika dilakukan pada malam hari.

“Pasar saja ramai, ini realita yang ada. Ya harusnya panggung musik dibolehkan dong,” ujarnya

Ia berjanji, pihaknya akan tetap mematuhi protokol kesehatan jika usulan tersebut dikabulkan.

“Kalau kita melanggar silahkan deh ditindak, kan gitu. Kita hanya minta dilonggarkan. Kita tetap kok mengacu pada prokes (protokol kesehatan).”

Lebih lanjut Zulfikar mendesak agar pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib para pelaku seni.

“Kalau dilarang harus ada solusinya dong. Rencananya usulan tadi akan kami dorong agar menjadi perhatian dari pemerintah.” (rul/*)