Kritik Keras Eks Atlit Bola Nasional untuk Idris

Mantan pemain sepakbola nasional Indonesia, Alexander Pulalo (Istimewa)

SAWANGAN- Mantan pemain terbaik yang pernah berkancah di sejumlah klub sepakbola Indonesia, Alexander Pulalo mengaku prihatin dengan perkembangan olahraga di Kota Depok. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari peran sang wali kota, Mohammad Idris.

“Janjinya cuma manis di bibir. Idris tidak peka terhadap olahraga. Makanya sepakbola di Depok mandek, tidak berprestasi,” ujarnya dikutip pada Rabu 4 November 2020

Pria yang pernah memperkuat klub sepakbola Arema dan Semen Padang itu bahkan menyebut, klub sepakbola di Depok seakan mati suri. Menurutnya, jangankan bicara prestasi, ‘baunya’ saja tidak tercium sama sekali. Maka wajar jika pemain-pemain muda berbakat di kota itu ‘kabur’ ke daerah lain.

“Sepakbola bukan lagi sekadar hobi, tapi profesi. Wali Kota Idris tidak melihat ini, sehingga pembinaan sepakbola di Depok seperti ‘anak tiri’,” keluhnya

Lebih lanjut jebolan PSSI Primavera yang tinggal di wilayah Sawangan Depok ini beranggapan, jika seorang pemimpin daerah memiliki hobi atau emosional yang tinggi terhadap olahraga, maka nasib sepakbola di kota ini akan lebih baik.

“Andai pemimpin kota Depok menyukai sepakbola, mungkin Depok sangat populer di masyarakat Indonesia. Apalagi Depok memiliki klub seperti Persikad yang pernah mencicipi divisi utama era Pradi Supriatna menjadi manajer tim,” katanya

Menarik Lainnya: Banyak Berkorban, Pradi Jadi Harapan Baru Insan Olahraga Depok

Yang terjadi saat ini, lanjut Alexander, perkembangan persepakbolaan di Kota Depok saat ini telah jauh tertinggal dari kota tetangga, seperti Bogor dan Bekasi.

“Kalau saya lihat Depok ini tidak peduli sama olahraga sepakbola. Buktinya, banyak sekali pemain kita yang bermain diluar (Depok).”

Agar olahraga sepakbola di Kota Depok berkembang, kata Alexander perlu dilalukan pembenahan secara terstruktur, sehingga dapat dikenal di kancah nasional maupun internasional.

Untuk itu ia pun berharap, kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Depok 2020 ini dapat dimenangkan pasangan nomor urut satu, Pradi Supriatna-Afifah Alia.

“Saya berharap dalam pemilihan wali kota ini dimenangkan bang Pradi, karena saya tahu bang Pradi, gila olahraga apalagi bola,” katanya

Perhatian Idris

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Babai Suhaimi mengatakan, bukti lain tidak adanya perhatian serius dari pemerintah setempat adalah belum tersedianya gelanggang olahraga atau GOR.

“Gelanggang olahraga saja, sampai sekarang di GDC enggak selesai-selesai. Masa bangun satu gelanggang lima tahun enggak selesai, apakah itu wali kota berprestasi,” ujarnya

Ia menyebut, Wali Kota Depok, Mohammad Idris tidak suka dengan olahraga, khususnya sepakbola. “Pak Idris itu enggak suka sepak bola. Padahal sepakbola adalah kebanggan Kota Depok. Ini artinya gagal dibidang olahraga.”

Terpisah, Idris mengakui, indeks harapan atau kepuasan warga Depok terkait layanan masih cukup rendah. Penyebabnya ada banyak faktor, salah satunya karena berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta.

“Jadi banyak harapan-harapan kepinginnya orang Depok dan itu ada ukurannya. Diukur ternyata indeks harapan orang Depok jauh lebih tinggi dari indeks harapan orang Lamongan,” katanya, dikutip pada Senin 12 Oktober 2020

Kemudian, faktor penyebab lainnya adalah banyak pejabat tinggal di Kota Depok.

“Depok ini banyak juga pejabat-pejabat kementerian, banyak mantan-mantan kepala daerah ada di Depok, bahkan kominsioner anggota KPK juga ada di Depok, orang-orang BIN juga banyak di Depok.”

Menurutnya, itu berpengaruh besar pada tingkat harapan warga Depok terhadap kinerja pemerintah. “Kalau Sukabumi misalnya, Lamongan barangkali biasa-biasa aja,” ujarnya

Kondisi ini semakin lengkap lantaran Depok yang dekat dengan Ibu Kota, dan dikenal sebagai etalase kota terdepan Jawa Barat.

“Makanya harapannya besar. Ukuran harapan 94 persen diatas 90 persen. Sementara pemerintah baru bisa memberikan pelayanan dengan indek kepuasan masyarakat, survey-nya baru 82,5 persen,” katanya.

Jadi, kata Idris antara harapan dan kepuasan masih perlu ditingkatkan. (rul/*)