Sempat Kabur ke Bogor, Ayah Rudapaksa Anak Kandung di Sukmajaya Akhirnya Ditangkap, Begini Pengakuannya

- Selasa, 1 Maret 2022 | 13:04 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes (tengah) dan Kasubag Humas Polres Metro Depok Kompol Supriadi (kanan) saat merilis kasus pemerkosaan kepada anak kandung. (DepokToday/Zahrul Darmawan)
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes (tengah) dan Kasubag Humas Polres Metro Depok Kompol Supriadi (kanan) saat merilis kasus pemerkosaan kepada anak kandung. (DepokToday/Zahrul Darmawan)

DepokToday.com – Polisi mengamankan pria paruh baya berinisial A yang melakuakn rudapaksa anak kandung berusia 11 tahun di Kawasan Sukmajaya. Pria yang seharinya merupakan kuli bangunan tersebut sempat kabur ke kawasan Leuwiliang, Bogor sebelum akhirnya diamankan anggota Satreskrim Polres Metro Depok pada Senin 28 Februari 2022.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno menyampaikan, tersangka telah melakukan aksi keji ini kepada anak sulungnya sejak medio 2021 lalu. Menurut keterangan yang bersangkutan, dia telah melakukan kejadian ini sebanyak empat kali.  

“Kita meneriman laporan dari seorang ibu tentang anaknya yang diduga dicabuli disetubuhi oleh ayah kandung sendiri, kemudian kita lakukan penyelidikan dan pada hari Senin kemarin, kita melakukan penangkapan terhadap tersangka yang dimana tersangka sudah mengakui perbuatannya, yang dilakukan dari 2021 lalu sampai ketahunnya di Februari 2022 kemarin,” papar Yogen pada saat rilis kasus Selasa 1 Maret 2022.

Baca Juga: Libatkan Saksi Ahli, Polres Depok Akan Periksa Mawar AFI

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes (tengah) dan Kasubag Humas Polres Metro Depok Kompol Supriadi (kanan) saat merilis kasus pemerkosaan kepada anak kandung. (DepokToday/Zahrul Darmawan)

Dalam menjalankan aksi biadabnya, tersangka selalu menggunakan senjata tajam untuk mengancam korban untuk menuruti kemauannya. Sedangkan, tersangka kata Yogen merudapaksa anaknya karena merasa nafsu setelah melihat korban buang air kecil.

“Dengan melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya sendiri yang juga menggunakan modus senjata tajam dan juga golok, tersangka mengaku ada empat kali sedangkan dari korban sendiri ada 20 kali lebih nanti bisa kita kembangkan lagi terkait masalah berapa kali yang dilakukan, saksi-saksi akan kita tambahkan termasuk juga melakukan konseling terhadap korban. Korban sekarang mengalami trauma psikis,” sebut dia.

Tersangka dijerat dengan pasal 81, Undang-undang 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Selain itu, karena tersangka merupakan ayah kandung korban, hukumam yang diberikan juga bisa bertambah sepertiga dari hukuman.  

“Dijerat dengan pasl 81, UU 17, 2016 tentang perlindungan anak dijerat maksimal 15 tahun, namun karena ada ayat khusus kalau tersangka merupakan wali atau orang tua, nanti akan ditambahkan sepertiga dari hukuman maksimal,” papar dia. ***

Halaman:

Editor: Nur Komalasari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mamah Muda Ini Trauma Dicegat Begal di Sawangan Depok

Jumat, 23 September 2022 | 12:05 WIB

Pengakuan Konyol ABG Depok Bunuh Pemuda Bekasi

Jumat, 16 September 2022 | 15:05 WIB
X