Digerebek Warga, Polres Metro Depok Tetapkan Pengelola Panti Pijat Sebagai Tersangka

- Kamis, 13 Januari 2022 | 16:10 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno  (Foto: DepokToday.com / Zahrul Darmawan)
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno (Foto: DepokToday.com / Zahrul Darmawan)

DepokToday - Polres Metro Depok menetapkan pengelola panti pijat refleksi berinisial S sebagai tersangka kasus dugaan prostitusi. Saat ini, Polisi masih melakukan pengambangan atas kasus ini. Sebagaimana diketahui, panti pijat di kawasan Sawangan itu pada Selasa malam, 11 Januari 2022 digerebek warga yang geram.

Selain menetapkan pengelola panti pijat refleksi berinisial S sebagai tersangka, Polisi hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi atas kasus ini. Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes mengatakan, kasusnya saat ini ditangai oleh unit PPA.

“Setelah viralnya penggerebekan warga terhadap tempat yang diduga melayani layanan plus-plus di wilayah Sawangan pada tanggal 11 Januari malam,"papar Yogen di Mapolres Metro Depok pada Kamis 13 Januari 2022.

Baca Juga: Ubedillah Terima Ancaman Usai Laporkan Anak Presiden, Rocky Gerung Bereaksi Begini

"Pada tanggal 12 Januari kita minta ketua RT membuat laporan polisi karena malam hari itu beberapa orang diamankan dan dibawa ke Polsek Sawangan namun terkait ini kasus yang melibatkan perempuan maka ditangani oleh Polres Metro, penyidik PPA,” tambah dia.

Ilustrasi prostitusi online (Foto: Istimewa)

Yogen mengatakan, tersangka terbukti menjalani praktek prostitusi setelah saat penggerebekan terdapat sejumlah terapi yang tertangkap tangan tengah melayani tamu tanpa menggunakan busana.

“Iya terbukti karena sedang melayani tamu pada saat itu. Modusnya, jadi datang saja ke situ, kedoknya refleksi tapi di dalam meminta atau ditawarkan pelayanan seks,” ungkap dia.

Warga kata dia, telah curiga atas praktek prostitusi di lokasi pijat refleksi. Karena itu, sejumlah warga memutuskan untuk melakukan penggerebakan. Saat ini untuk pelaku tidak dilakukan penahanan karena ancaman di bawah lima tahun.

Halaman:

Editor: Nur Komalasari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X