Kejaksaan Negeri Depok Kembalikan Berkas Perkara Pencabulan Guru Ngaji, Ada Apa?

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 19:01 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Endra Zulpan dan juga Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar (kanan) dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heros saat rilis kasus cabul pada Selasa 14 Desember 2021. (Foto: DepokToday/Zahrul Darmawan)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Endra Zulpan dan juga Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar (kanan) dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heros saat rilis kasus cabul pada Selasa 14 Desember 2021. (Foto: DepokToday/Zahrul Darmawan)

DepokTodayKejaksaan Negeri Depok melakukan P-19 atau pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi terkait kasus pencabulan oleh guru ngaji kepada Polres Metro Depok.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmatu mengatakan, pengembalian berkas itu dilakukan pada Kamis 30 Desember 2021 kemarin dengan alasan ada kekurangan syarat formil dan materiil dalam berkas perkara.

“Ya, Jaksa Peneliti yang dipimpin langsung oleh pak Kajari Sri Kuncoro beserta tim sudah memberikan beberapa petunjuk untuk dilengkapi oleh penyidik baik kelengkapan formil serta kekurangan materil guna melengkapai pasal yang di sangkakan,” kata Rio dalam keterangan resminya, Jumat 31 Desember 2021.

Baca Juga: Kepala Kejaksaan Depok Akan Turun Langsung Tuntut Guru Ngaji Cabul

Rio menambahkan, Jaksa Peneliti juga sudah langsung berkoordinasi dengan penyidik terkait dengan kekurangan formil dan materil tersebut dan tidak ada kendala penyidik dalam melengkapi kekurangan yang diminta Jaksa tersebut.

Lebih jauh Rio mengatakan, Kejaksaan Negeri Depok menaruh perhatian serius terhadap kasus dugaan pencabulan ini dengan membentuk Tim Jaksa Peneliti dengan Sri Kuncoro selaku Kepala Kejari Depok turun langsung menjadi ketua tim bersama dengan 3 orang jaksa.

"Pak Kajari ketua timnya dan beranggotakan Arief Syafrianto, Putri Dwi, dan Alfa Dera," jelas Andi Rio.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Depok Musnahkan Ratusan Barang Bukti Hasil Kejahatan Tahun 2021, Narkoba Mendominasi

Sebagai informasi, kejadian pencabulan guru ngaji ini terungkap atas dasar laporan orang tua murid yang mengaku anaknya trauma karena kerap dilecehkan oleh tersangka MMS (52) di majelis taklim di kawasan Kecamatan Beji.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar E Zulpan mengatakan, aksi cabul guru ngaji di Depok itu dilakukan sejak Oktober 2021 hingga Desember 2021. Korbannya merupakan murid mengaji pelaku yang rata-rata berusia 10-15 tahun.

Pelaku lantas diamankan pada tanggal 13 Desember 2021 dan terancam dijerat dengan pasal 76 juncto Pasal 82 tentang perlindungan anak, hingga pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana paling sedikit 5 tahun.

Baca Juga: DKR Depok Sebut Perbuatan Cabul Guru Ngaji Sudah Sejak Tahun 2020

“Atas perbuatan tsk, penyidik menyangkakan Pasal 76 juncto Pasal 82 tentang perlindungan anak, hingga pasal 64 KUHP, ancaman pidana paling sedikit 5 tahun, dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar,” kata Zulpan. 

Halaman:

Editor: Ade Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mamah Muda Ini Trauma Dicegat Begal di Sawangan Depok

Jumat, 23 September 2022 | 12:05 WIB
X