Ditjen Pajak Sita Dua Apartemen di Depok Gegara Ini

- Selasa, 7 Desember 2021 | 14:40 WIB
Ilustrasi petugas pajak sita apartemen di Depok (Foto: Istimewa)
Ilustrasi petugas pajak sita apartemen di Depok (Foto: Istimewa)

DepokToday- Direktorat Penegakan Hukum Kantor Pusat Ditjen Pajak (DJP) menyita dua apartemen di wilayah Depok terkait kasus dugaan pidana pencucian uang. Adapun tersangka yakni berinisial RK.

Menurut penyidik, diduga kuat RK membeli dua apartemen itu dari hasil pencucian uang. Ia menggunakan anggaran dari rekening perusahaannya, PT LMJ.

“Pada 2016 sampai dengan 2019, PT LMJ tidak melaporkan dan menyetorkan sebagian PPN yang telah dipungut ke kas negara. Akibat kasus ini, negara mengalami kerugian mencapai Rp 20,8 miliar,” sebut DJP dalam keterangan tertulis yang dikutip DepokToday.com pada Selasa, 7 Desember 2021.

Baca Juga: Resmi Berganti, Kolonel Inf Aulia Fahmi Kini Jadi Dandim 0508/Depok

Akibat ulahnya itu, RK diancam dengan jeratan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Melansir DDTCNews, pada Pasal 3, ditegaskan setiap orang yang membelanjakan harta kekayaan yang diketahui merupakan hasil dari tindak pidana dengan tujuan untuk menyamarkan asal usul harta bisa dikenai pidana penjara maksimal selama 20 tahun dan dikenai denda hingga Rp10 miliar.

Kemudian, pada Pasal 4, setiap orang yang menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diketahui merupakan hasil tindak pidana bisa dikenai hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda hingga Rp 5 miliar.

Bukan Cuma Apartemen Depok


Proses penyitaan yang dilakukan tim penyidik dari kantor pusat DJP turut dihadiri kuasa hukum tersangka, karyawan tersangka, dan pihak pengelola apartemen.

Nantinya, kedua unit apartemen di Depok itu akan dinilai tim DJP untuk kemudian dijadikan bukti dalam persidangan dan sebagai jaminan untuk pemulihan atas kerugian pada penerimaan negara.

Baca Juga: Surati Presiden Jokowi, Begini Unek-unek Warga Soal Proyek UIII Depok

Selain apartemen, tim penyidik DJP juga telah menyita 8 bus terkait dengan kasus TPPU yang juga diduga dilakukan oleh tersangka RK.

“DJP akan terus aktif menyita harta kekayaan tersangka sebagai upaya untuk mewujudkan penegakan hukum pidana pajak yang berbasis pemulihan kerugian pada pendapatan negara,” tulis keterangan dari DJP. (rul/*)

https://www.youtube.com/watch?v=BwZ4ZiWp5kM

 

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

Mamah Muda Ini Trauma Dicegat Begal di Sawangan Depok

Jumat, 23 September 2022 | 12:05 WIB
X