Kreatif Banget, Pemuda Pingset Citayam Bikin Kerajinan Tangan dari Limbah Keranjang Bambu

0
125
Hasil kerajinan tangan berbentuk perahu yang terbuat dari limbah keranjang bambu.(Foto: DepokToday/Ale)

CITAYAM—Sejumlah pemuda di wilayah Pinggir Setu (Pingset) Citayam RT 02/RW 12, Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, mampu memanfaatkan limbah keranjang bambu menjadi kerajinan tangan.

Dengan alat manual gunting, pisau cutter, lem cair, dan amplas, mereka membuat kerajinan perahu layar mini dan gazebo. Kreasi seni tersebut dibuat di alam terbuka yang berada di lahan Pertanian tak jauh dari Stasiun Kereta Api Citayam.

Robert Hutabarat, salah satu kreator, mengaku ide berkarya dari bahan limbah keranjang bambu muncul setelah tak lagi bekerja sebagai penjaga parkir sepeda motor karena dampak pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, sangat terdampak jelas bagi kami. Tapi kami tak kehabisan akal untuk mencari jalan bagaimana di masa pandemi ini bisa menghasilkan untuk kebutuhan sekarang dan ke depan,” kata Obet, Senin (19/10/2020).

Obet dan Apet sedang membuat kerajinan tangan bentuk perahu mini.(Foto: DepokToday/Ale)

Akhirnya, kata Obet, berbekal pengalaman yang didapat munculah ide membuat kerajinan tangan daei keranjang bambu bekas buah-buahan.

Bersama dua rekannya yaitu Bapau dan Apet, Obet sudah menghasilkan sejumlah karya seni yang “wah” dan siap dijual.

Hanya saja, saat ini mereka masih bingung untuk memasaran hasil karyanya. Untuk sementara, kerajinan tangan mereka dipasarkan di Kedai Alle Coffe dekat Stasiun Citayam.

Kreator lainnya, Apet, berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Depok agar karya seninya bisa menembus pasaran.

“Kalau ada yang bisa masarin sih enak, kita bisa bikin yang banyak sama Obet dan Bapau,” harap Apet yang diamini Bapao.

Pemilik Kedai Alle Coffee, Imam Alle, mengaku hanya dapat mendukung kreatifitas ketiga rekannya itu.

“Saya hanya bisa menyediakan lahan sedikit di depan kedai dan mendukung kawan-kawan, bakat dan ide-ide mereka membuat kerajinan sangat unik. Dengan alat manual seadanya bisa menghasilkan hasil karya yang wah,” kata Imam.

“Kami juga berharap ke depannya, Pemerintah Kota Depok dapat memberdayakan kawan-kawan untuk bisa mengembangakan karyanya dan menghasilkan untuk kebutuhan hidup,” tambah Imam.

Imam menambahkan, selain membuat kerajinan tangan, mereka juga menanam pohon dengan media polybag.

“Hasil tanaman juga dijual kepada warga dan pengguna jasa KRL yang melewati tempat mereka,” paparnya

(ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here