Kota Depok Sudah PPKM Level 2, Ini Bentuk Pengaturan Aktivitasnya

PPKM Darurat. Sejumlah pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan saat masuk ke Margo City (DepokToday.com)
PPKM Darurat. Sejumlah pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan saat masuk ke Margo City (DepokToday.com)

DepokToday – Setelah kurang lebih 8 pekan menjankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3, Kota Depok kini sudah turun ke Level 2.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, penetapan ini dilakukan setelah pemerintah pusat mengumumkan perpanjangan PPKM hingga 2 November mendatang.

“Alhamdulillah Kota Depok berada di Level 2,” ungkap Dadang, dikutip Selasa 19 Oktober 2021.

Baca Juga: Alhamdulillah, PPKM Diperpanjang, Depok Turun ke Level 2

Berbagai pelonggaran sudah dilakukan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Wali Kota Dpeok Nomor 463 tahun 2021 tentang PPKM Level 2.

Berikut pelonggaran aktivitas dalam pelaksanaan PPKM Level 2 di Kota Depok:

1. Sektor non esensial

Diberlakukan 50 persen WFO bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

2. Sektor esensial

a. keuangan dan perbankan, beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, serta 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

b. pasar modal, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 75 persen staf.

c. teknologi informasi dan komunikasi, beroperasi dengan kapasitas paling banyak 75 persen staf.

d. perhotelan non penanganan karantina

– kapasitas maksimal 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk, sementara pengunjung usia dibawah 12 tahun harus menunjukkan hasil negatif antigen (H-1)/PCR (H-2).

– fasilitas pusat kebugaran dan ruang pertemuan maksimal 50 persen, serta penyediaan makanan dan minuman pada fasilitas itu disajikan dalam box dan tidak ada hidangan prasmanan.

e. industri orientasi ekspor

– memiliki izin operasional dan mobilitas (IOMKI).

– beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk setiap shift di fasilitas produksi/pabrik, 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

– menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk pengaturan masuk dan pulang.

– makan karyawan tidak bersamaan.

f. sektor pemerintahan, mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

3. Sektor kritikal

a. kesehatan, keamanan dan ketertiban, beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian.

b. penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi dan utilitas dasar, beroperasi 100 persen paling banyak staf , hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan paling banyak 50 persen staf WFO, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

4. Kegiatan belajar mengajar
Dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri dengan kapasitas maksimal 50 persen kecuali untuk sekolah luar biasa maksimal 62-100 persen dan Paud maksimal 33 persen dengan menjaga jarak 1,5 meter dan maksimal 5 siswa di kelas.

5. Kegiatan seleksi/ujian

– Diperkenankan dengan ketentuan peserta hadir paling banyak 50 persen dari jumlah kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat serta penerapan jaga jarak fisik.

– Seluruh panitia, peserta, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kegiatan seleksi dan menunjukkan hasil negatif PCR H-1 atau antigen saat hari pelaksanaan.

– Dilengkapi dengan surat pernyataan panitia bahwa pelaksanaan ujian telah sesuai dengan protokol kesehatan dan ketentuan yang berlaku.

6. Apotik dan toko obat

Dapat buka selama 24 jam

7. supermarket, pasar tradisional, toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari

– Dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 75 persen.

– Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi

8. Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari

Beroperasi dengan kapasitas paling banyak 75 persen dan jam operasional sampai pukul 18.00.

9. Pedagang kaki lima, outlet voucher, pangkas rambut, laundry, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain.

Diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00

10. Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan

a. kapasitas paling banyak 50 persen dan jam operasional hingga 21.00 dengan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan;

b. wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai

c. penduduk dengan usia dibawah 12 tahun diperkenankan masuk dengan syarat didampingi orang tua

d. bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan hanya kategori hijau dan kuning di aplikasi PeduliLindungi yang boleh, kapasitas paling banyak 70 persen dan pengunjung dibawah usia 12 tahun diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.

e. tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dibuka dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing.

11. Rumah makan

a. warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 dengan paling banyak pengunjung makan 50 persen dari kapasitas dan dan waktu makan paling lama 60 menit.

b. restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 dengan kapasitas paling banyak 50 persen, waktu makan paling lama 60 menit dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

c. restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dari malam hari, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat dan jam operasional pukul 18.00 sampai dengan pukul 00.00, dengan kapasitas maksimal 50 persen, satu meja paling banyak dua orang, dan waktu makan paling lama 60 menit dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

12. infrastruktur publik dan konstruksi swasta

beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

13. Tempat ibadah

Dapat mengadakan kegiatan peribadatan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 2 dengan paling banyak 75 persen dari kapasitas atau 75 orang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

14. Transportasi umum

Diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

15. Perjalanan rutin pekerja dengan moda transportasi darat

a. pelaku perjalanan rutin di wilayah Kota Depok dan atau pekerja yang bekerja di wilayah Kota Depok wajib menunjukkan Kartu menunjukkan kartu vaksinasi atau menggunakan aplikasi PeduliLindungi

b. pelaku perjalanan rutin ke luar wilayah Kota Depok, menyesuaikan dengan kebijakan daerah yang dituju.

16. Pelaku perjalanan domestik perjalanan jarak jauh

a. Harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

b. untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang sudah divaksin 2 kali dapat menggunakan antigen yang berlaku selama 14 hari untuk melakukan perjalanan domestik.

c. untuk sopir yang baru divaksin 1 kali, antigen akan berlaku selama 7 hari dan untuk yang belum divaksin harus melakukan antigen yang berlaku 1×24 jam.

17. Fasilitas umum
a. diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan anak dibawah 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua

b. penerapan ganjil-genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu 18.00

18. Kegiatan seni/budaya, olahraga, pusat kebugaran, komunitas dan sosial kemasyarakatan

Diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

19. Akad, Resepsi pernikahan dan khitanan

Dapat diadakan dengan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan tidak mengadakan makan di tempat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

20. takziah

Dihadiri paling banyak 15 orang, dengan protokol kesehatan yang ketat

21. Kegiatan rapat/pertemuan/bimtek/workshop dan sejenisnya

a. Dilakukan secara daring.

b. khusus rapat/pertemuan untuk kegiatan esensial, kritikal dan mendesak diperkenankan tatap muka dengan pembatasan paling banyak dihadiri 20 orang, menunjukkan sertifikat vaksin atau dengan menunjukkan hasil swab antigen/swab PCR negatif, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

22. kegiatan diluar rumah

Dilakukan dengan tetap memakai masker dua lapis dengan benar dan konsisten serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

23. PPKM Mikro di RT/RW Zona Merah

Tetap diberlakukan.

24. Pengaturan tamu/perjalanan dinas

– perjalanan dinas keluar Kota Depok diperkenankan dengan syarat menunjukkan sertifikat vaksin atau hasil swab antigen/swab PCR negatif sehari sebelumnya

– kunjungan keluarga hanya untuk kepentingan kedaruratan.

25. Aktivitas warga

Dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB, kecuali untuk kepentingan kedaruratan dan perjalanan pulang kerja di sektor esensial dan kritikal dengan menunjukkan ID Card.

26. Kegiatan-kegiatan lainnya yang mengumpulkan massa dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan

Dihentikan sementara.

(ade/*)