Cerita Korban ke-12 Tragedi Margo City, Baru Tau dari Sosmed Tidak Terdata

Ade Rosidah salah seorang korban tragedi Margo City. (Foto: Istimewa)
Ade Rosidah salah seorang korban tragedi Margo City. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Peristiwa meledaknya saluran pipa gas di pusat perbelanjaan Margo City yang diduga karena kebocoran memang sudah terjadi beberapa waktu lalu. Namun, bagi Ade Rosidah (33), yang merupakan pekerja di salah satu tenant masih sangat membekas. Dia merupakan korban ke 12 pada peristiwa di Margo City.

Ya, bukan hanya soal kejadian, namun juga karena dia menjadi korban yang tidak terdata dalam peristiwa Sabtu sore itu, 21 Agustus 2021.

Walau sudah pulang dari rumah sakit, Ade masih tidak menyangka jika dirinya luput dari data salah satu korban dalam peristiwa berdarah itu. “Saya ini kan korban yang tidak teridentifikasi, tidak terdata gitu. Saya lihat di sosmed nama saya gak ada, disitu saya kaget,” sebut Ade dilansir Rabu 25 Agustus 2021.

Padahal, kata pegawai salah satu pegawai restoran ini, pihak HRD di kantornya telah berkoordinasi dengan manajemen Margo City. “Saat ini sudah kordinasi dengan pihak Margo dan sudah diurus semuanya,” sebut Ade.

Lebih lanjut, dia kembali mengingat tragedi tersebut. Ade menceritakan detik-detik sebelum kejadian. Dia mengaku tengah ke toilet pada saat itu. Sedangkan, posisi lift yang ambruk sangat dekat dengan toilet itu.

“Saat itu saya lagi kerja mas cuma posisinya saya lagi izin ke toilet karena posisi ambruknya itu Margo City sebelah kanan. Toilet itu posisinya ada di sebelah kanan semua,” ucap dia.

Baca Juga: Kritik Penangkapan Muhammad Kece, Abu Janda Sebut Hukum RI Cacat

Tidak lama, suara dentuman seperti bom membuat Ade kaget bukan main. Kejadian berikut, Ade mendengar atap yang rubuh. Puing atap itu juga yang menimpa kedua kaki korban.

“Saya di lorong kemudian tiba-tiba seperti ada bom walaupun saya belum pernah dibom tapi saya ngerasa kaya dibom. Tiba-tiba anjlok gitu, ada suara gemuruh itu mungkin suara atap mal yang rubuh itu jadi nimpa ke badan saya,” papar dia.

Pada saat itu, Ade sempat berpikiran tidak akan selamat. Sebab, selain ditimpa puing reruntuhan, dirinya juga melihat adanya percikan api dan banyaknya kabel yang putus. “Karena di situ juga ada percikan api. Saya lihat teman saya, saya berdua sama teman saya yang lagi hamil,” kata dia.

Korban sempat berlari dan menyelamatkan diri. Namun, tidak lama berselang dia tidak sadarkan diri. Bangun-bangun korban sudah berada di rumah sakit.

“Info dari teman saya dibawa sama security tenant ke mitra keluarga. Saya Cuma sendiri di mitra keluarga, saya juga nggak tau kenapa saya dibawa kesitu,” ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, Polisi dan pihak Margo City mengkonfirmasi 11 orang korban pada peristiwa tersebut. Satu orang bahkan harus meregang nyawa akibat tragedi itu. (lala/*)