Kopi dari Hati, Bisnis Iseng Warga Depok yang Ternyata Menjanjikan

Pemilik kedai Kopi dari Hati cabang GDC, Depok, Yudi Chandra (DepokToday.com)
Pemilik kedai Kopi dari Hati cabang GDC, Depok, Yudi Chandra (DepokToday.com)

DepokToday- Pandemi COVID-19 yang melanda sejak 2020 silam nyatanya tak melulu memberikan dampak buruk bagi perekonomian. Terbukti banyak peluang-peluang usaha yang justru terlahir dari kondisi saat ini. Seperti yang dirasakan oleh Yudi Chandra, pemilik kedai Kopi dari Hati, GDC, Depok.

Pria yang berkecimpung di dunia otomotif ini tadinya hanya sekedar iseng membuka coffee shop tersebut. Namun siapa sangka, omset yang dihasilkan nyatanya cukup menjanjikan.

“Jadi awalnya karena sering nongkrong di kafe-kafe, di coffee shop. Terus iseng sama istri, bilang eh pandemi ini kita kebanyakan di rumah, gimana kalau kita buka coffee shop aja yuk. Nah istri setuju,” kata Yudi membuka kisah pengalaman usahanya pada DepokToday.com, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Kendalikan Gula Darah Penderita Diabetes, Begini Cara Diet yang Tepat Serta Pilihan Makanannya

Berbekal tekad yang bulat, Yudi dan istri akhirnya resmi membuka kedai kopi tersebut di kawasan Grand Depok City (GDC) pada November 2020, lalu.

Ia sengaja memilih Kopi dari Hati, karena brandnya sudah cukup dikenal publik.

Agar usahanya lebih moncer, di tempat ini Yudi juga menyediakan aneka menu lainnya, tidak melulu kopi.

“Jadi kita kombinasikan. Orang-orang kesinikan nggak melulu ngopi. Kita ada menu mie becek, ada pisang bakar ya lumayan banyaklah menunya.”

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini, Rabu 13 Oktober 2021

Yudi mengaku, semual dirinya sama sekali tak mengenal dunia kopi. Ia hanya penikmat namun bukan peracik. Pengalamannya lebih banyak dihabiskan di dunia otomotif.

“Saya itu dari 2006 buka bengkel AHAS Honda di Tanjung Priok, sampai sekarag masih. Ya memang beda banget nih dengan bisnis kopi. Jadi pandemi ini mencoba sesuatu yang baru. Ya bismillah aja,” tuturnya sambil tertawa.

Siasat Jitu Baca Peluang Dikala Pandemi

Menurut Yudi, kopi banyak memiliki manfaat. Di antaranya adalah penghilang stres dan sumber inspirasi. Dari situlah ia akhirnya semakin mantap untuk membuka kedai Kopi dari Hati di GDC, Depok.

“Ya inikan tadinya buat iseng-iseng. Buat nongkrong-nongkrong di sini. Kopi itukan obat stres, obatnya mencari inspirasi baru. Coffee shop juga dikenal dengan suasana yang tenang,” sambungnya.

Baca Juga: Bukan Obat! Ini Cara Mudah Bikin Si Kurus Jadi Gemuk, Dijamin Sehat

Sejak pandemi dan adanya kebijakan PPKM, Yudi mengaku, rata-rata customernya yang datang adalah mereka yang melakukan pekerjaan dari rumah alias WFH.

“Mungkin jenuh karena di rumah terus, akhirnya pada kerja dari sini. Ya alhamdulillah itu jadi pemasukan buat kami,” ujarnya.

Seperti kebanyakan usaha, tidak selamanya untung terus. Hal itupula yang dirasakan Yudi.

“Pas kasus COVID lagi tinggi-tingginya, kan ada pengetatan tuh, jadi ya anjlok. Tapi kami nggak putus asa, saya coba dongkrak penjualan lewat online, kita manfaatin media sosial. Hasilnya ya lumayan ngebantu banget,” katanya.

Tantangan Penjual Kopi

Lebih lanjut Yudi tak memungkiri, bisnis baru yang digelutinya ini ada sedert tantangan, utamanya soal pemasukan dan pengluaran anggaran.

“Kemudian juga tantangannya bisa eksis di massa pandemi. Kita harus bisa membina mental SDM di sini. Crew-crewnya. Membuat produk enak, dengan harga yang kompetitif dan ramah dalam memberikan pelayanan plus susana yang nyaman.”

Baca Juga: Pemkot Depok Bakal Lakukan Swab Acak Saat PTM Terbatas, Hindari Klaster Sekolah

Yudi mengaku, dirinya justru banyak belajar seputar kopi dari para pegawai.

“Karena crew-crew saya rata-rata banyak yang berpengalaman di bidangnya. Ini saya justru banyak belajar dari mereka,”tuturnya.

Barista Kopi dari Hati, Andika sedang meracik menu andalan di kedai tersebut. (DepokToday.com)
Barista Kopi dari Hati, Andika sedang meracik menu andalan di kedai tersebut. (DepokToday.com)

Selain itu, Yudi juga memberikan kesempatan pada para pegawai untuk berinovasi dengan produk lainnya.

“Kalau mereka punya produk andalan yang bisa di jual, ya saya kasih kesempatan.”

Prospek Coffee Shop

Menurut Yudi, sejauh ini prospek coffee shop di Kota Depok cukup menjanjikan.

“Omsetnya fluktuaktif karena kan masih PPKM, mungkin jika sudah tak pandemi akan lebih menjanjikan lagi,” ujarnya.

Terkait hal itu, Yudi mengaku dirinya sangat mendukung program dan kebijakan pemerintah, utamanya dalam hal pengawasan protokol kesehatan.

Ia berharap, jangan sampai kasus yang saat ini sudah melandai justru kembali naik karena adanya sejumlah pelanggaran, utamanya soal kerumunan yang kerap ditemukan di pedagang kaki lima.

“Kalau nggak prokes, kapan selesainya nih pandemi. Nanti kita juga yang berimbas. Ya pemkot harus tetap lebih waspada mengawasi kerumunan. Kita nggak boleh lengah juga lah ya.”

Menu Andalan Kopi dari Hati Depok

Sementara itu, Barista Kopi dari Hati, GDC Depok, Andika mengatakan, untuk menu andalan di sini adalah kopi susu gula aren.

“Varian lain juga banyak chicken korea dan lain-lain, kita juga ada menu-menu bukan kopi, seprti es cokelat dan varian bolba dan masih banyak lagi yang lainnya. Yang paling banyak diminati kopi susu gula aren, itu paling best seller,” katanya.

Baca Juga Aksi Mahasiswa UI, Peragakan Jadi Rektor hingga Membakar Fotonya

Menurut Andika, yang membedakan kedai ini dengan lainnya adalah selain menu yang ramah di kantong, kualitas rasa dan suasana.

“Beda dari gerai kopi lain dalah jenis kopinya sendiri, berkualitas dan proses yang higienis. Kopi yang kami pakai ini rata-rata kopi lokal. Kisaran harga dari Rp 14 ribu sampai Rp 25 ribu-an,” ujarnya. (rul/*)