KONI Depok Cari Ketum Baru, Pendaftaran Ditutup Hari Sabtu

Amri Yusra (tengah).(Foto: DepokToday/Eru)
Amri Yusra (tengah).(Foto: DepokToday/Eru)

MARGONDA—Seiring dengan berakhirnya masa kepengurusan periode 2017-2021, Komite Olahraga Nasional Indonesia atau Koni Kota Depok tengah bersiap mencari ketua umum (ketum) baru untuk periode 2021-2025.

Musrawah Olahraga Kota (Musorkot) dengan agenda utama penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2017-2021 dan dilanjutkan pemilihan Ketum KONI Kota Depok pada Sabtu, 29 Mei 2021, bertempat di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda.

Ketua Umum KONI Kota Depok 2017-2021, Amri Yusra, mengutarakan periodesasi kepemimpinannya akan berakhir pada 31 Mei 2021. Amri juga mengatakan dirinya tidak dapat mencalonkan diri kembali karena telah dua periode menjabat.

“Saat ini telah dibuka tahapan pendaftaran dan penjaringan calon ketua umum KONI. Ini dimaksudkan agar ada jeda waktu untuk para calon, tidak hanya di hari H,” ungkap Amri kepada wartawan, Selasa 25 Mei 2021.

Baca Juga: Usut Tuntas Dana Hibah KONI Depok!

Dalam kesempatan tersebut, Amri didampingi Wakil Ketua KONI Herry Suprianto yang juga selaku Ketua SC (Steering Commitee) Musorkot dan Ketua Tim Penjaringan Calon Ketua Umum KONI, Wido Pratikno.

“Kami berharap Musorkot akan berlangsung secara kondusif dan akan terpilih Ketum baru yang punya dedikasi, serta berusaha untuk menyatukan dan memajukan potensi olahraga di Kota Depok,” harap Amri.

Herry Suprianto menambahkan pemilik suara dalam Musorkot adalah sebanyak 41 orang, yang terdiri dari 39 pengcab, 1 pengurus KONI Jawa Barat, dan 1 pengurus KONI Kota Depok demisioner.

“Peserta adalah utusan masing-masing pengcab yang mengantongi surat mandat. Kami ingin menciptakan Musorkot secara baik yang berpatokan aturan atau AD/ART KONI, mulai dari menyusun kepanitiaan, hingga membuat tatib peserta dan calon. Tujuannya adalah pelaksanaan yang kondusif,” ungkapnya.

Aturan Tegas Saat Pandemi

Mengingat pelaksanaan Musorkot di tengah masa pandemi COVID-19, panitia menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat. Setiap peserta diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk tempat pelaksanaan Musorkot, menjaga jarak, dan mengikuti tes swab antigen.

“Jadi, yang boleh masuk ruangan adalah yang sudah diswab. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan dari Satgas Covid-19 untuk menghindari terjadinya klaster baru,” tegasnya.

Sementara, Wido Pratikno menuturkan sejumlah persyaratan sebagai Ketua Umum KONI Kota Depok telah disusun dalam rancangan tata tertib, diantaranya pernah menjadi pengurus cabang olahraga dan mendapatkan dukungan sekurang-kurangnya 15 pengcab yang berada di bawah naungan KONI Kota Depok.

“Pendaftaran dibuka sejak Musorkot ini disosialisasikan dan ditutup pada Sabtu, 29 Mei mendatang pukul 09.00. Pada prinsipnya, calon Ketua Umum KONI bebas, namun dengan syarat. Semuanya punya kesempatan maju dan sifatnya terbuka,” tuturnya.

Laporan Wartawan: Heru