Kondisi Korban Penyekapan, Kuasa Hukum: Masih Trauma Belum Bisa Diajak Bicara

Ilustrasi pengusaha dianiaya di Depok (Istimewa)
Ilustrasi pengusaha dianiaya di Depok (Istimewa)

DepokTodayHandiyana Sihombing (44 tahun) korban dugaan penyekapan dan penganiayaan di Kota Depok saat ini kondisinya masih belum stabil. Diakui oleh kuasa hukumnya, Andi Tatang Supriyadi.

Tatang mengatakan, kliennya masih mengalami traumatik mendalam akibat kejadian beberapa hari lalu dan hingga kini belum bisa banyak bicara.

“AH dan istrinya masih trauma. Sekarang belum bisa diajak bicara banyak,” kata Tatang, Kamis 2 September 2021.

Tatang mengatakan, traumatik kliennya terbilang cukup lumayan, setiap mendengar suara bel, mereka dirundung rasa ketakutan dan kaget, karena teringat kejadian saat di Margo Hotel.

“Ketika dengar suara bel seperti orang kaget, ketakutan. Karena memang (saat di Margo Hotel) tiap 10 menit sekali mereka (terduga pelaku) gantian masuk kamar klien kami untuk intimidasi pemaksaan dan pengancaman,” katanya.

Lebih jauh Tatang mengatakan, berdasar pengakuan kliennya, para terduga pelaku ini mengintimidasi dan menyekap dengan tujuan meminta aset perusahaan yang diduga telah digelapkan oleh Handiyana Sihombing.

Baca Juga: Polisi Periksa 6 Saksi dan Sita Barang Bukti Penyekapan Pengusaha Depok

“Mereka meminta aset dan uang (perusahaan) sejumlah Rp 73 miliar. Padahal korban sudah memberikan sejumlah aset senilai Rp 41,8 miliar namun masih kurang, sehingga mereka memaksa untuk menutupi semua yang mereka inginkan,” kata Tatang.

Handiyana disekap bersama istrinya berinisial I. Selama disekap mereka dijaga secara bergantian oleh sedikitnya tujuh orang di kamar 1215 Margo Hotel, Kota Depok.

Penyekapan itu berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2021, dan pada tanggal 27 Agustus 2021, AH dan I berhasil melarikan diri dari kamar menuju lobby hotel dan melapor pihak ekamanan hotel hingga dilaporkan ke Mapolrestro Depok.

Polisi sudah mengamankan dua terduga pelaku yaitu M dan I. Keduanya diancam Pasal 333 KUHP. “Ancaman delapan tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polrestro Depok Ajun Komisaris Besar Polisi Yogen Heroes Baruno. (ade/*)