Komunitas Pendaki Citayam, Terbentuk karena Peduli terhadap Alam

Pendaki gunung dan pecinta alam yang tergabung dalam Komunitas Pendaki Citayam (KPC) usai melakukan kopi darat (kopdar) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (20/10/2019). (Foto: Istimewa)

CITAYAM-Sejumlah pecinta alam yang mayoritas berdomisili di kawasan Citayam dan sekitarnya membentuk sebuah organisasi bernama Komunitas Pendaki Citayam (KPC).

Terbentuknya KPC digagas oleh Rizky atau akrab yang disapa Caur, pria asal Citayam yang sudah menetap lama di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Umum KPC, Ale Imam, menuturkan, tujuan dibentuknya KPC untuk mempererat tali persaudaraan antar pegiat alam. Kata dia, KPC terbentuk bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019.

“KPC dibentuk karena kepedulian teman-teman terhadap alam. Untuk lebih mempererat tali persaudaraan di antara kita, maka tercetuslah KPC,” kata Ale, Selasa (29/10/2019).

Ale mengungkapkan, KPC terbuka bagi para pendaki gunung dan pecinta alam di Citayam dan sekitarnya. “Yang mau ikut begabung silakan,” katanya.

Pria yang memiliki kedai kopi di dekat Stasiun Citayam ini menegaskan, KPC sudah memiliki struktur organisasi.

Struktur oranisasi Komunitas Pendaki Citayam (KPC). (Foto: Dok KPC)

Dengan mengusung motto “Solidaritas Tanpa Batas, Persaudaraan di Alam Bebas”, KPC juga sudah melakukan kopi darat (kopdar) pertama di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (20/10/2019).

“Kopdar pertama kita berlangsung seru. Dihadiri beberapa komunitas pecinta alam yang baru bergabung,” ungkap Ale.

Dari acara kopdar itu, lanjut Ale, maka KPC sepakat menggelar acara CAMPCER “Sharing Edukasi Etika Pendakian”. Acara tersebut akan dihelat pada 2-3 November 2019 di Bumi Perkemahan Ciputri, Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

“Dengan terbentuknya KPC, kita dapat saling share mengenai etika pendakian antara satu sama lainnya agar dapat mencintai alam dan lingkungan dengan perasaan serta perbuatan,” pungkasnya.(ale/idr)