Kompol Deni Setiawan Sebut Pelanggaran Turun 90 Persen Karena E-TLE

Pemasangan E-TLE di kawasan Jalan Margonda dekat Halte Balaikota (DepokToday.com)
Pemasangan E-TLE di kawasan Jalan Margonda dekat Halte Balaikota (DepokToday.com)

DepokToday- Kasi Gunranmor Subdittatib Ditgakkum Korlantas Polri, Komisaris Polisi Deni Setiawan menyebut, tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) sangat efektif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data yang ada di Korlantas Mabes Polri, sistem tersebut telah berhasil menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran sebanyak 90 persen dari nilai rata-rata kasus.

“Untuk titik-titik yang dipasang E-TLE sudah rendah angka kecelakaan maupun pelanggarannya. Ya sekira 90 persen angka yang berhasil diturunkan,” kata Deni Setiawan dikutip pada Selasa 21 September 2021.

Lebih lanjut Deni yang saat itu menjadi salah satu narasumber dalam seminar keselamatan berlalu lintas di Universitas Pancasila mengatakan, tilang elektronik telah banyak membantu kerja Polri dalam bertugas.

“Kalau manusia kan tidak bisa fokus dan berjaga selama 24 jam, ada keterbatasan. Nah E-TLE ini bisa. Setiap saat akan selalu termonitor,” ujarnya.

Kompol Deni Setiawan Sebut E-TLE Bersifat Adil

Ia menegaskan, tilang elktronik berlaku untuk semua, bahkan aparat sekalipun. “Kami (Polri) pun kalau melanggar ya kena. Tidak ada perbedaan dimata hukum,” tegasnya.

Saat ini, kata Deni Setiawan, E-TLE telah terpasang di sejumlah titik di 12 Kepolisian Daerah (Polda) dan direncanakan akan terus bertambah.

“Jadi ini (E-TLE) sangat membantu. Dititik-titik E-TLE pelanggaran dan kecelakaan itu turun. Kecelakaan lalu lintas itu kan 99 persen diawali pelanggaran, nah kalau pelanggarannya turun otomatis kecelakaannya menurun.”

Kompol Deni Setiawan (DepokToday.com)
Kompol Deni Setiawan (DepokToday.com)

Sementara itu, Kepala Lembaga Pusat Pengembangan Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya Manusia Universitas Pancasila, Untung Leksono mengungkapkan, pelatihan atau seminar tentang keselamatan berkendara ini penting karena menyangkut keamanan pribadi dan orang lain.

“Pengemudi yang ikut pelatihan ini adalah mitra kami. Seperti kita ketahui lalu lintas adalah urat nadi kehidupan dan cermin budaya bangsa. Dengan adanya pelatihan ini sangat bagus. Untuk keselamatan dia dan orang lain,” katanya.

Dengan adanya pelatihan yang diikuti oleh sejumlah driver Universitas Pancasila, Untung berharap mereka dapat semakin sadar dan patuh dengan aturan yang berlaku.

“Jadi ini supaya tidak terjadi seperti itu, kecelakaan dan pelanggaran. Apalagi mereka ini kan membawa para pimpinan kampus. Kalau sampai kecelakaan atau tidak nyaman akan berdampak pada kinerja,” ujarnya. (rul/*)