Komjen Sigit, Calon Kapolri yang Dekat dengan Kiai dan Ulama

Komjen Listyo Sigit Prabowo (paling depan).(Foto: Antaranews)

JAKARTA—Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri yang dipilih oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Komjen Sigit yang saat ini menjabat Kabareskrim akan menggantikan Kapolri Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Dan kabarnya hari ini, nama Komjen Sigit dikirim ke DPR oleh Mensesneg, Pratikno.

Nama Komjen Sigit sebelumnya sudah masuk bursa calon Kapolri, dan masuk di antara 5 calon yang diajukan Kompolnas ke presiden.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/resmi-indonesia-punya-kapolri-baru/

Menanggapi pengajuan Komjen Sigit sebagai calon tunggal Kapolri itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan, Ngasiman Djoyonegoro, menyatakan sudah tepat.

Kata dia, Komjen Sigit merupakan sosok yang dibutuhkan sesuai dengan situasi kebangsaan hari ini.

Sebab menurut Simon, panggilan akrab Ngasiman Djoyonegoro, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhinneka tunggal ika dan berdasarkan Pancasila tapi isu-isu SARA masih digunakan untuk menyerang pemerintah dan aparat penegak hukum.

Selain itu, Simon menilai Komjen Sigit dekat dengan kalangan masyarakat, ulama dan agamawan.

Buktinya saat menjabat sebagai Kapolres Pati, Komjen Sigit rajin bersilaturahmi dengan para kiai dan ulama besar di Pati dan Jawa Tengah.

Tokoh kharismatik waktu itu yang sering beliau kunjungi di antaranya KH.MA. Sahal Mahfudz, Habib Luthfi Bin Yahya dan KH. Musthofa Bisri.

“Ketika KH. Sahal Mahfudz yang menjabat Ketum MUI dan Rais Aam PBNU pulang ke Pati, sebagai pimpinan Polres Pati Sigit selalu menyempatkan bersilaturahmi dan meminta petuah dan nasehat dari beliau.,” katanya seperti dikutip hops.id, Rabu 13 Januari 2021.

Begitu juga waktu menjabat Kapolda Banten, Komjen Sigit rajin bersilaturahmi dengan para Kiai pengasuh Pesantren dan Ulama di Banten. Khususnya Pengasuh Pondok Pesantren Tanara KH. Ma’ruf Amin yang waktu itu menjabat sebagai Ketum MUI dan Rais Aam PBNU dan juga silaturahmi ke KH. Abuya Muhtadi Dimyathi di Cidahu Banten.

Karena kedekatan dengan kalangan pesantren dan para ulama, Komjen Sigit juga menjadi Pengurus Pusat Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PP MDHW) sebagai pembina.

“Sosok Komjen Sigit ini sangat akrab di kalangan pesantren dan Ulama, perbedaan tidak menghalangi untuk selalu meminta nasehat dari para kiai di manapun beliau memimpin kepolisian,” kata Simon.

Selain itu. Simon sangat mengapresiasi Jokowi memilih Komjen Sigit Prabowo. Melihat loyalitas, dedikasi dan keberhasilannya dalam berbagai tugas Simon yakin Polri akan semakin Profesional, Modern dan Terpercaya ke depannya.

Simon juga percaya Komjen Sigit mampu menjaga sinergisitas TNI Polri yang sudah terbangun baik saat ini. Sebagai pondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 faktor keamanan dan stabilitas politik sangat menentukan. Sinergisitas TNI Polri diperlukan untuk mewujudkan itu.

“Saya yakin Komjen Sigit mampu menjaga dan meningkatkan sinergi TNI Polri, karena itu menjadi faktor utama untuk menuju Indonesia Maju di tengah tantangan bangsa ke depan baik dari dalam ataupun luar negeri,” ujar Simon.

(rul/hops.id)