Komitmen Berantas Narkoba, UP Diganjar Penghargaan

UP raih penghargaan memberantas narkoba (Istimewa)

JAKARTA– Keseriusan Universitas Pancasila (UP) dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan kampus menuai dukungan banyak pihak. Bahkan, kampus tersebut berhasil meraih penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

Rektor UP, Prof. Wahono Sumaryono mengatakan, penghargaan yang didapatkan UP merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi Universitas Pancasila dalam melakukan berbagai kegiatan pemberantasan narkoba di lingkungan kampus dan akan menambah motivasi dalam meningkatkan berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat, khususnya di lingkungan kampus UP.

Wahono mengungkapkan, UP memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda, yang memiliki kemampuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta memiliki akhlak dan moral sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Oleh karena itu, UP memberikan perhatian yang sangat serius terhadap meningkatnya penyalahgunaan narkoba di masyarakat,” ujarnya dikutip pada Kamis 2 Juli 2020

Dan untuk mencegah peredaran narkoba dalam kampus, kata Wahono, maka pihaknya secara konsisten dan berkesinambungan UP selalu bekerjasama dengan berbagai pihak seperti BNN, Kepolisian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jajaran pemerintah daerah, para alumni UP, serta instansi terkait lainnya.

“Strategi kami yaitu memperkuat soliditas  kebersamaan internal kampus sendiri yg melibatkan civitas akademika dan stakeholder lainnya dari mitra-mitra.”

Menurutnya, dengan hubungan kerja sama yang baik, saling memberi info maka hal itu akan sangat efektif dalam mencegah kasus tersebut.

“Contoh saat kami tes urin untuk mahasiswa baru pada 2013 kami mengundang pakar dan sarpras dari BNN. Jika positif maka kita undang orangtua mahasiswa yang bersnagkutan, dan dia dengan berat tidak bisa kita terima. Status mahasiswa dicabut karena sudah teken kontrak sejak awal,” katanya

Langkah pencegahan dari sisi internal, jelas Wahono, adalah dengan melibatkan satuan pengamanan di kampus untuk menjadi watchdog. Program ini diprakarsai langsung oleh para alumni dan mahasiswa dari perwakilan fakuktas untuk mengawasi lingkungannya masing-masing, di jam-jam rawan.

“Kami juga melakukan langkah-langkah prefentif. Dan kami bukan hanya fokus di dalam kampus, tapi juga keluar. Kita kerja sama juga dengan RT RW, jadi kalau ada info orang masuk, kita bisa monitor. Intinya yang coba-coba kita sikat habis,” tegas Warek III UP Jakarta, Brigjen Pol (purn) Joko Hartanto.

Sementara itu, Ketua Satgas Anti Narkoba UP, Dikki Akmar mengakui, alumni itu ada goodboy dan ada pula badboy. “Nah tugasnya satgas itu menghajar yang badboy-badboy. Sekarang kami, satgas sudah tahu caranya, ketua alumni harus bertindak.”

Lebih lanjut Dikki mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba di lingkungan kampus, pihaknya bahkan telah menyiapkan aduan khusus yang menjamin kerahasiaan si pelapor. Hal ini dinilai efektif untuk melindungi korban.

“Kita punya drug alert call center, jadi mereka bisa whatsapp kita karena dia segan atau takut, kita jamin kerahasiaan nomornya. Nanti dia bisa lapor nanti baru kita lakukan represif,” ujarnya. (rul/*)