Komisi D DPRD Depok Soroti Sistem Zonasi PPDB

Tati Rachmawati.(DepokToday/Ahi)

KOTA KEMBANG-Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dikeluhkan sebagian masyarakat. Dikhawatirkan membuat kualitas sekolah yang semula unggul malah turun.

Hal itu dibenarkan Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Tati Rachmawati. Menurutnya, sistem zonasi ini dapat berdampak pada kualitas sekolah.

Pasalnya, peserta didik dengan kemampuan tinggi dan rendah menyatu dalam satu kelas. “Seharusnya pemerintah menerapkan sistem zonasi secara bertahap. Dimulai dari kesiapan SDM guru, instrumen pembelajaran dan infrastruktur yang memadai. Kalau seperti ini, kualitas sekolah bisa menurun,” ujar Ketua Fraksi PKB dan PSI DPRD Kota Depok itu.

Tati meminta agar kuota PPDB untuk siswa tidak mampu ditambah dan diutamakan. Menurut dia, sistem zonasi tidak terlalu mengakomodir masyarakat miskin. Pasalnya, adanya fakta di lapangan bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di jalur zonasi.

“Pada prinsipnya, Pemkot Depok harus berupaya menjamin keseimbangan antara siswa prestasi. Yaitu: dengan memberi kesempatan siswa miskin untuk menikmati pendidikan yang berkualitas di sekolah negeri,” paparnya.

Ia mengatakan, sistem PPDB merupakan layanan yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat memasukkan putra-putrinya ke sekolah. Oleh karena itu, orang tua sebagai pemangku kepentingan utama dalam PPDB seharusnya didengar.

“Mereka seharusnya diberikan kesempatan untuk menyuarakan sistem pendidikan yang mereka inginkan. Harapannya, anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tandasnya.

(ahi)