Kombes Azis: Hari Pertama PSBB Banyak Tantangan

Pemeriksaan PSBB di Depok

MARGONDA– Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengakui, pada hari pertama diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terdapat banyak pelanggaran yang dilakukan masyarakat pada Rabu, 15 April 2020.

“Hari pertama masih banyak tantangan ya, sosialisasi imbauan dan menyampaikan pada masyarakat bahwa Kota Depok sejak pukul 00.00 tadi sudah ditetapkan PSBB,” katanya saat meninjau langsung pos check point di pintu masuk Depok, perbatasan Jakarta Selatan.

Azis berharap, kedepannya, untuk roda dua (motor) tidak saling berboncengan. “Memang masih ada yang boncengan, tapi anggota keluarga langsung. Tetap kita imbau agar tidak berboncengan. Sekarang masih kita lakukan pemakluman, selama masih keluarga,” katanya

Jika bukan keluarga, maka akan diminta turun atau beralih ke angkutan kota (angkot). “Saat ini sementara kita kasih tahu. Jika mau masih di Depok harus menjalankan protokol PSBB, kalau tidak balik kanan (pulang), karena di Depok harus menjalankan PSBB.”

Begitu juga dengan pengguna roda empat atau mobil. Yang seatnya lebih dari tujuh saat ini dibatasi maksimal empat orang. Itu terdiri dari satu di depan, dua di tengah, dan satu belakang.

“Masih banyak yang duduk berdampingan di depan pengendara, maka kita turunkan,” tutur Azis didampingi Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Miraj

Pemeriksaan PSBB di Depok (istimewa)

Azis menegaskan, tidak ada sanksi khusus terkait pelanggaran PSBB.

“Kalau PSBB tidak ada sanksi hukum khusus. Tapi jika ada pelanggaran hukum yang perbuatannya diatur dalam perundang-undangan lain yang ada pidananya, akan kita laksanakan penindakan.” (rul/*)