KNKT Selidiki Jatuhnya Pesawat di Buperta Cibubur Depok

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar memberikan keterangan terkait jatuhnya pesawat latih di Buperta Cibubur. (Depoktoday.com)
Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar memberikan keterangan terkait jatuhnya pesawat latih di Buperta Cibubur. (Depoktoday.com)

DEPOK – Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan komentar banyak terkait kejadian jatuhnya pesawat jenis helikopter Tobindon R 44 di kawasan Situ Rawa Jemblung, area Buperta Cibubur, Kecamatan Cimanggis, Depok.

“Ini bukan kewenangan kami, kami hanya mengamankan TKP saja, terkait kejadian sepenuhnya akan ditangani pihak yang berwenang,” kata Imran dilokasi kejadian, Jumat 28 Mei 2021.

Imran menjelaskan, pihak yang berwenang dalam hal ini adalah Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

“Untuk keterangan lebih lanjut silahkan tanyakan kepada KNKT,” kata Imran.

Diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat jenis helikopter latih milik penerbangan sipil jatuh dikawasan Situ Jemblung, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, sekira pukul 09:30 WIB.

Kronologi Pesawat Jatuh di Cibubur

Helikopter jenis Tobindon R 44 milik PT Ganesa Dirgantara tersebut tercebur diduga saat sedang melatih seorang siswa terbang.

Seorang saksi mata, Alex, 38 tahun, mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 09.15, saat itu dirinya yang sedang memancing melihat sebuah helikopter tiba-tiba terbang rendah dihadapannya.

“Saya lagi mancing, tiba-tiba ada helikopter terbang rendah, oleng dan tercebur,” kata Alex dilokasi kejadian.

Bagian pesawat latih yang jatuh di kawasan Buperta Cibubur. (Depoktoday.com)
Bagian pesawat latih yang jatuh di kawasan Buperta Cibubur. (Depoktoday.com)

Alex mengatakan, diduga helikopter tersebut memang sedang mencari tempat pendaratan, pasalnya saat mendarat tidak terjadi benturan kencang.

“Begitu dateng dia langsung turun gitu pelan-pelan, kayaknya memang nyari spot buat mendarat,” kata Alex.

Alex menambahkan, saat tercebur pun mesin heli masih terdengar menyala selama kurang lebih 1 menit hingga akhirnya mati.

“Ada dua orang kayaknya didalam heli, dua-duanya langsung keluar dan berenang ke tepian, Alhamdulillah selamat,” kata Alex. (ade/*)