KKB Semakin Buat TNI-Polri Kerepotan, Giliran Rumah Warga Dekat Polsek yang Dibakar

Akibat kebrutalan KKB (Foto: Istimewa)
Akibat kebrutalan KKB (Foto: Istimewa)

DepokToday – Perlawanan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua tidak berhenti. Seolah ingin menunjukan kekuatannya, personel TNI dan Polri yang diturunkan di sana tidak membikin perlawanan KKB kendor, malah yang terbaru mereka makin sadis untuk menyerang dan membunuh.

Belum lama ini, KKB kembali menembak mati seorang anggota polisi. Kemudian melanjutkan aksi membakar dua rumah warga di Kampung Pomding, Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang.

Melansir dari Suara.com, Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito membenarkan pembakaran rumah warga di kampung itu. Kampung Pomding terletak di atas bukit. Persis di belakang Mapolsek kiwirok.

“Saat ini kami mendapatkan laporan adanya 2 rumah warga dibakar KKB. Jumlah pasti selanjutnya masih terus dimonitor,” katanya.

Baca Juga: Waspadai Keseringan Alami Keluhan Ini, Jadi Gejala Serangan Jantung

Pada kejadian sebelumnya, kontak tembak terjadi di depan Polsek Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang dengan KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo. Kontak tembak terjadi saat personel gabungan TNI-Polri sedang melakukan penjagaan di Polsek Kiwirok.

Dari kontak tembak tersebut mengakibatkan gugurnya 1 personel Satgas Nemangkawi atas nama Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio yang mendapatkan luka tembak di bawah ketiak sebelah kanan.

Baca Juga: Sidang Hoax Babi Ngepet, Saksi: Bingung Babi Asli Disebut Babi Ngepet

Jenazah Muhammad langsung dievakuasi dengan helikopter Polri untuk dibawa ke Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang dan selanjutnya dibawa ke Jayapura untuk dikirim ke kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara.

“Personel gabungan di lapangan tetap melakukan pengejaran terhadap KKB Lamek Alipki Taplo,” Kamal menjelaskan.

Sebagai informasi, pada kejadian sebelumnya, sejumlah bangunan juga dibakar, bahkan hingga menewaskan tenaga medis.

Pada kejadian itu, sebelum evakuasi jenazah nakes bernama Suster Gabriela, korban sebelumnya sempat melompat ke dalam jurang ketika KKB menyerang Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin 13 September 2021.

Suster Gabriela melompat karena KKB telah membakar Puskesmas Kiwirok dan sejumlah fasilitas lain di lokasi seperti Kantor Bank, Kantor Distrik hingga Sekolah Dasar.

Tak hanya itu KKB juga mengepung tenaga kesehatan dan menganiayanya. Dalam peristiwa penyerangan tersebut Suster Gabriela ditemukan tewas di jurang. Sedangkan empat tenaga medis lainnya mengalami luka dan satu mantri hilang. (lala/*)