KKB Papua yang Bakar Sekolah hingga Bank Diduga Gunakan Senjata dari Heli TNI Jatuh

KKB Papua (Foto: Istimewa)
KKB Papua (Foto: Istimewa)

DepokToday – Kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua pimpinan Lamek Taplo diperkirakan membawa belasan senjata api yang didapat dari jatuhnya helikopter MI-17 pada 28 Juni 2019. Pada kejadian itu, aparat keamanan membawa 12 orang prajurit termasuk lima orang anggota Yonif 725/WRG.

Dilansiri dari CNN Indonesia, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyebutkan, KKB pimpinan Lamek Taplo yang melakukan kontak tembak dengan aparat di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, membawa 10 pucuk senjata api diduga milik TNI.

“Kami menduga senjata api yang digunakan berasal dari reruntuhan jatuhnya helikopter,” ujar Izak dikutip Kamis 16 September 2021.

Sementara itu, baku tembak dengan KKB disinyalir berawal saat anggota Yonif 403/WP yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan melihat sekelompok KKB membawa senjata api. Tim kemudian melakukan pengejaran.

Mengetahui dikejar, KKB langsung melakukan penembakan dan membakar beberapa fasilitas umum yang ada di Kiwirok, seperti puskesmas, pasar, gedung sekolah dasar, kantor kas BPD Papua, serta rumah warga.

KKB juga memanah serta menganiaya tenaga kesehatan yang sempat mereka temukan.

Evakuasi belum dapat dilakukan karena lokasinya yang berada di jurang, dan saat hendak mengevakuasi sempat ditembaki oleh KKB.

Baca Juga: Catatan Kriminal Lamek Taplo, Komando KKB Papua yang Tembak TNI dan Bakar Fasilitas Umum

Seorang mantri kesehatan yang dikabarkan hilang usai pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), masih belum ditemukan.

Sebelumnya, KKB melakukan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas kesehatan, gedung sekolah, hingga bank di Kiworok.

“Seorang mantri kesehatan dilaporkan belum ditemukan sampai saat ini,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal belum lama ini. (lala/*)