Kisruh Sengketa Lahan Tol, BPN Depok Akhirnya Pegang Bukti Warga Limo

Pelaksanaan uji coba Tol Cijago. (DepokToday.com)
Pelaksanaan uji coba Tol Cijago. (DepokToday.com)

DepokToday- Badan Pertanahan Nasional (BPN) bakal melakukan kajian secara mendalam atas kasus sengketa lahan antara PT Wisma Mas dan sejumlah warga Limo, Depok. Hal ini dinilai penting karena menyangkut dengan proyek strategis pemerintah, yaitu Tol Cijago.

Terkait hal itu, pihak BPN akhirnya membuka ruang mediasi pihak-pihak yang berseteru dengan perusahaan tersebut. Salah satu warga yang sedang memperjuangkan haknya ini adalah Suharlin Lilin Harilini.

Namun sayangnya, dalam mediasi yang berlangsung tadi pagi itu, PT Wisma mas tidak hadir.

Kepala Seksi Penanganan Sengketa BPN Depok, Lucky mengungkapkan, proses mediasi ini dilakukan untuk mengindentifikasi permasalahan antar dua belah pihak. Dari pertemuan tersebut, ia berharap hal itu bisa diselesaikan tanpa harus ke ranah pengadilan.

“Kelihatannya sih saya masih punya harapan besar bahwa ini bisa diselesaikan dari jalur mediasi tanpa pengadilan. Saya juga minta waktu satu minggu untuk mengkaji lagi, para pihak sepakat dan para pihak juga dapat berkomunikasi dengan baik tanpa perselisihan,” katanya pada awak media, Senin 27 September 2021.

Baca Juga: Pengakuan Saksi Kunci di Balik Tewasnya Ibu Anak di Gema Pesona Depok

Menurut Lucky, salah satu warga yang berseteru yakni, Suralin Lilin telah menunjukan alat bukti. Namun sayangnya, pihak PT Wisma Mas tidak ada yang hadir.

“Makanya saya akan coba panggil mereka (PT Wisma Mas) sekali lagi, untuk memberikan keterangan pada saya terkait data yang diberikan oleh mantan kepala desa Pak Marjaya,” jelasnya.

Kepala Seksi Penanganan Sengketa BPN Depok, Lucky. (DepokToday.com)
Kepala Seksi Penanganan Sengketa BPN Depok, Lucky. (DepokToday.com)

Lucky mengungkapkan, dari proses mediasi ini, persoalan yang ada sudah semakin jelas. Ia menilai, tidak semua lahan bermasalah.

“Jadi mungkin ada jalan tengahnya. Nanti kita ambil yang bersengketa saja, yang tidak bersengketa kita keluarkan agar bisa dibayar ganti rugi, dan para pihak bisa mendapatkan haknya gitu loh,” tuturnya.

“Kalau saya lebih mengedepankan itunya, jangan sampai orang cape ribut berperkara dibayarnya 10 sampai 20 tahun lagi, jadi waktunya habis,” sambung pejabat BPN Depok itu.

Profesionalitas BPN Depok dan Warga

Sementara itu, pengacara Suharlin, Jacob, mengungkapkan, karena persoalan ini masih berproses maka ia meminta agar segala sesuatu yang berkaitan dengan proyek di lahan tersebut untuk sementara tidak dilakukan.

“Klien saya menyampaikan sudah ada pihak pihak tol, kan ada bagian bagiannya untuk mengecek segala macam itu. Nah kami merasa keberatan mereka melakukan kegiatan di atas lokasi tanah dari klien kami yang belum dibayar. Karena belum dibayar dan sedang dalam proses mediasi,” katanya.

Baca Juga: Ekspektasi Persib Hadapi Persikabo 1973 pada Laga Derby Jawa Barat

Menurut Jacob, apa yang dilakukan pihaknya memiliki dasar hukum yang kuat.

“Nah dari kami pihak penguasa hukum akan memberitahukan secara resmi terhadap pihak-pihak yang ada di lokasi tanah, seperti pimpinan kontraktor, kami akan bersurat resmi supaya mereka memahami kondisi klien kami ini,” ujarnya.

Pengacara warga, Jacob (DepokToday.com)
Pengacara warga, Jacob (DepokToday.com)

Lebih lanjut ia menegaskan, baik Suharlin maupun warga tidak ada yang berniat menghambat proyek strategis pemerintah, apalagi itu demi kebaikan bersama.

“Iya kita sama sekali nggak ada niat menghambat, tapi kalau ngelarang iya. Sebab, kalau dilakukan kegiatan di atas lahan, nanti tanda batas dan patok segala macamnya bisa hilang, jadi proses ke depannya susah,” jelasnya saat di BPN Depok.

“Pelarangan ini hanya bersifat sementara sampai masalahnya selesai, bukan maksud menghambat. Kami dukung lah pemabngunan tol program nasional ini, tapi kami harapkan juga pembangunannya sesuai ketentuan dan regulasi,” timpalnya lagi.

Dukung Program Jokowi

Terpisah, Surhalin Lilin Harlini, pemilik lahan seluas sekira 2,3 hektar yang berseteru dengan pihak perusahaan tersebut berharap persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Karena kalau menunggu yang lain pembangunan Pak Jokowi tidak bisa selesai. Tapi kalau PT ACP (perusahaan yang mengakuisisi PT Wisma Mas) tetap ngotot ke pengadilan kan repot juga,” katanya.

Suharlin Lilin Harlini. (DepokToday.com)
Suharlin Lilin Harlini. (DepokToday.com)

Wanita yang akrab disapa Lilin itu mengaku, dirinya ingin persoalan ini diselesaikan dengan cara baik-baik tanpa harus ke ranah hukum.

“Kalau saya sebetulnya maunya bicara baik-baik, karena pengadilan itu kan prosesnya lama sekali.” (rul/*)

Baca Juga: Warga Limo Terancam Kehilangan Tanah, Mantan Kades Punya Bukti Kuat