Kisah Pilu Pekerja Proyek UIII Depok, Diancam Preman Hingga Trauma

Tim kuasa hukum pembangunan UIII, Depok (DepokToday.com)
Tim kuasa hukum pembangunan UIII, Depok (DepokToday.com)

DepokToday- Proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok ternyata sempat menyimpan sejumlah persoalan. Tak hanya tentang pembebasan lahan, namun juga teror premanisme.

Belakangan diketahui, sejumlah pekerja proyek di tempat itu rupanya kerap mengalami serangkaian aksi teror dari orang-orang tak dikenal. Beberapa pekerja bahkan sampai trauma dan memilih mengundurkan diri.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara dari Kementerian Agama RI, Ibnu Anwarudin. “Iya ada intimidasi, ada yang diancam. Korbannya rata-rata para pekerja proyek itu,” katanya dikutip pada Kamis 19 Agustus 2021.

Beruntung, meski kerap mendapat intimidasi atau ancaman, namun belum ada korban jiwa.

Tak tinggal diam, Ibnu dan tim pengacara proyek UIII telah melaporkannya ke Polres Metro Depok. Adapun delik laporan di antaranya, masuk pekarangan tanpa izin juga pengancaman.

“Mereka mengancam pekerja-pekerja proyek dan intimidasi itu hampir setiap hari,” tuturnya.

Menurut Ibnu, kasus tersebut sampai saat ini masih dalam penyelidikan polisi.

Tentang Proyek UIII Depok

Untuk diketahui, proses penertiban terkait mega proyek UIII Depok bakal berlanjut ke tahap dua. Rencananya eksekusi akan berlangsung pada November 2021.

Keputusan ini dilandasi dengan penetapan hukum yang sah, setelah sempat digugat beberapa kali oleh pihak yang mengklaim sebagai penggarap lahan tersebut.

Kuasa hukum proyek UIII, Misrad Setiadji mengungkapkan, sebagai tindak lanjut putusan pengadilan, maka saat ini sedang dimulai tahapan penertiban dan pengosongan lahan.

Konsep bangunan museum di proyek UIII Depok. (DepokToday.com)
Konsep bangunan museum di proyek UIII Depok. (DepokToday.com)

Adapun prosesnya yakni dengan melakukan penilaian lahan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk mereka-mereka yang menempati lahan dan dianggap memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2018.

“Sesuai dengan instruksi itu maka akan diberikan uang kerohiman. Hari ini mulai berjalan. Kita melakukan penilaian selama 10 hari, nanti akan keluar hasilnya dari tim terpadu berapa jumlah untuk masing-masing yang didapat oleh warga yang menempati lahan tersebut,” katanya, Rabu 18 Agustus 2021. (rul/*)

Baca selengkapnya di sini: Proyek UIII Berlanjut ke Tahap II, Warga Ada yang Dapat Rp 1,4 M